Perwira Polda Kepri yang Cabuli Anak Bawah Umur Akui Digerebek di Hotel

1444
Pesona Indonesia
Iptu Novian (kanan depan) saat menjalani persidangan.Foto: PM
Iptu Novian (kanan depan) saat menjalani persidangan.Foto: PM

batampos.co.id – Iptu Novian Hendra menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Batam. Perwira yang bertugas di wilayah Polda Kepri ini didakwa mencabuli ID, siswa salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Batam 2014 lalu.

Novian yang telah ditahan di Rutan Tembesi ini telah menjalani beberapa kali persidangan. Terbaru pada Rabu (28/10) lalu. Pada persidangan tersebut dipimpin Hakim Yetty Vera Simanjuntak didampingi hakim Syahrial.

“Sidang Rabu (28/10) kemarin, agendannya memang mendegarkan keterangan saksi. Kita mendatangkan dua saksi dari kepolisian,” kata Isnan Ferdinan, Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Kamis (29/10).

Menurut dia, dalam sidang yang berlangsung tertutup itu, kedua saksi mengaku sebagai polisi penangkap. Mereka melakukan penangkapan berdasarkan laporan dari orangtua korban (ID). Dua polisi itu bertugas di Polsek Batuampar itu melakukan penggrebekan di Hotel Sayang Nagoya, kamar 211 pada Kamis, (09/10/2014 ) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat penggrebekan, mereka mendapati Novian berada di dalam kamar dengan ID.

“Saksi mengatakan laporan mencabulan, makanya ada penggrebekan. Saat di hotel, polisi menemukan Novian dengan korban,” terang Isnan.

Sementara untuk situasi di dalam hotel, kedua saksi mengaku tidak tahu. Mereka hanya melakukan prosedur penangkapan yang diduga mencabuli.

“Mereka hanya menangkap. Dan penangkapan itu dibenarkan oleh terdakwa di persidangan kemarin,” jelas Isnan.

Dilanjutkan Isnan, terdakwa dijerat dengan pasal 82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Novianpun terancam 15 tahun penjara.

Saat sidang,terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Mustari SH. Namun Mustari tidak mau komentarnya saat diminta keterangannya, dan mengalihkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sidang akan kembali digelar minggu depan, masih keterangan saksi,” tutup Isnan.(she/pm/bpos)

Respon Anda?

komentar