Begadang Gara-gara Listrik Padam

514
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Masyarakat Batam kembali merasakan pemadaman listrik secara tiba-tiba dini hari kemarin. Parahnya listrik baru menyala setelah 10 jam padam. Dan pemadaman listrik itu juga membuat sebagian warga terpaksa bergadang untuk menjaga keamanan.

Lina, warga Bengkong mengaku kesal dengan pemadaman listrik yang dilakukan PLN saat semua warga tengah terlelap. Apalagi, kondisi cuaca saat itu sedang hujan deras disertai petir.

”Saya terbangun karena merasa gerah. Ternyata listrik padam, padahal di luar sedang hujan,” kata wanita berusia 23 tahun itu.

Menurut Lina, dalam kondisi gelap dirinya mencoba meraba-raba ponsel yang diletakan diatas meja. Namun, saat ditemukan, ternyata kondisi ponsel dalam keadaan mati karena habis baterai. Dirinya pun mencari alternatif lilin agar bisa mendapatkan penerangan.

”Setelah lilin nyala baru saya tidur. Saya pikir listrik padamnya sebentar, ternyata sampai jam 10 pagi,” terang Lina.

Hal yang sama juga dirasakan Mesa, warga Bengkong Indah. Dimana ia harus bergadang agar anaknya bisa tidur lelap. Sebab, saat lampu padam, nyamuk langsung mendekati tubuh anaknya. Tak hanya dia, suaminya juga bergadang di luar rumah demi menjaga keamanan. Sebab, di saat lampu padam, banyak pihak yang memanfaatkan situasi untuk mencuri sepeda motor warga.

”Kasihan anak saya, sudahlah kepanasan, nyamuk juga banyak. Suami saya juga begadang di luar rumah, jagain motor agar tak dicuri,” ungkap wanita berusia 35 tahun ini.

Mesa mengaku listrik baru nyala di tempatnya sekitar pukul 07.00 WIB, namun kembali padam sekitar pukul 08.00 WIB. ”Padamnya dua kali, dan yang kedua baru hidup jam 12 siang. Belum tahu penyebabnya apa,” jelas Mesa.

Protes juga datang dari warga Batuaji, sebab listrik padam di saat warga sedang beristirahat. Eri Yani, 28, warga Perumahan Taman Pesona Inda (TPI) Batuaji, Blok D3 nomor 13 ini, kesal karena biasanya satu sampai dua jam sudah hidup, kok semalam lama sekali sampai pagi.

Parahnya lagi, kata Eri, listrik padam di saat waktu istirahat, sehingga membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak karena kipas angin tidak menyala. ”Semalam nggak tidur-tidur ngipasin anak. Kalau nggak dikipas nagis” ungkapnya.

Dia mengatakan, listrik padam mulai sekitar pukul 01.00 WIB, kemudian baru hidup kembali pukul 05.00 WIB pagi. Lalu mati lagi pukul 08.30 WIB dan kembali hidup pukul 12.00 WIB,” terangnya.

Hal senada juga dialami Aldi Herwan, warga Tanjung Buntung, Bengkong. Aldi mengaku jika listrik terus padam di saat jam istirahat, bukan saja tidur yang tidak bisa nyeyak, melainkan bisa berimbas pada aktivitas di siang harinya. ”Kalau malam nggak tidur, kan bisa ngantuk saat kerja,” paparnya. (rna/hgt/leo/cr18/she/cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar