Ini Barang Bukti yang Diamankan dari Rumah Pembunuh Nia

9474
Pesona Indonesia
Wardiman Zebua (WZ) saat diamankan polisi. Foto: istimewa
Wardiman Zebua (WZ) saat diamankan polisi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penangkapan Wardiaman Zebua, pembunuh Nia, menggegerkan warga di sekitar kontrakannya di Perumahan Taman Pesona Indah, Tanjunguncang, Jumat pagi (30/10). Mereka tak menyangka tetangganya itu terlibat kasus pembunuhan.

“Kaget, gak nyangka seperti ini,” ujar seorang tetangga Wardiaman.

Menurut Ketua RW IX yang ikut melihat proses penangkapan, Santosa, Zebua ditangkap ketika hendak bersiap-siap berangkat kerja. Dia tak melawan saat ditangkap.

“Dia kenakan kemeja putih waktu ditangkap dan dipakaikan sebo,” ujar Santoso.

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sembilan hape, tiga ransel, dua helm, serta dua jaket yang diduga dipakai pelaku saat membonceng Nia.

“Jaketnya yang warna hitam kombinasi merah kata polisi sama dengan yang terekam CCTv,” katanya.

Selain itu, satu unit sepeda motor Yamaha Mio J BP 5981 MD. Diduga motor ini yang digunakan pelaku untuk mencegat korban di kawasan Hutan Mata Kucing, Sekupang.

Menurutnya, Zebua dan istrinya dikenal sebagai pribadi yang tertutup bahkan tidak pernah mengikuti kegiatan sosial di perumahan tersebut. Istri tersangka yang sehari-hari bekerja di kedai kopi juga tak banyak bergaul dengan tetangganya.

“Pagi pergi pulang sore. Istrinya juga kata tetangga-tetangganya jarang ngomong,” katanya lagi.

Belajar dari kejadian tersebut, dia mengaku akan lebih selektif jika ada calon warga yang hendak berdomisili di lingkunganya.

“Kami rencananya akan rapat, kami akan himbau pemilik rumah yang mengontrakkan rumah agar lihat-lihat dulu calon penghuni,” katanya.

Sementara itu pemilik rumah yang disewa tersangka, Amri, mengaku hingga penangkapan itu tidak mengetahui latar belakang Wardiaman. Dia hanya menjelaskan Wardiaman menempati rumah tersebut sejak 15 Juni 2015. Menurutnya tak ada yang aneh dari Wardiaman. Hanya saja, dia tergolong pendiam.

Namun, kata Amri, sampai saat ini Wardiaman belum menyerahkan fotokopi KTP yang dimina Amri. Waktu akan menyewa, Wardiaman memperkenalkan diri dengan nama Ardi.

Latar belakang Wardiaman juga tidak terlalu diketahui oleh ketua ketua RT setempat, Firman Mashabi. Saat melapor, Wardiaman hanya membawa fotokopi surat nikah bagian depan.

“Gak ada bawa KTP atau dokumen yang lain. Setiap sekuriti ke rumahnya dia bilang besok-besok terus gak tahunya ketangkap,” katanya. (cr13/cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar