Kapolresta: Banyak Bukti Mengarah ke Tersangka

2209
Pesona Indonesia
Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin mengatakan penyelidikan dan penetapan tersangka pembunuhan terhadap Wardiaman Zebua membutuhkan proses yang lama dengan berbagai upaya.

Awalnya, polisi kewalahan karena memiliki minim bukti maupun saksi. Dari olah TKP juga tidak ditemukan bukti yang mengarah kepada pelaku. Dan akhirnya, polisi mendapat identitas sepeda motor dari seorang saksi, yakni sepeda motor Yamaha Mio J.

“Langsung kita lakukan pengecekan terhadap sepeda motor Mio J di Batam,” kata Asep.

Pada pengecekan sepeda motor dengan merek Yamaha Mio J di Batam tercatat berjumlah lebih dari 5.00 unit. Dan polisi kembali mengantongi keterangan saksi yang melihat salah satu angka plat nomor yang dikendarai pelaku memiliki angka 8.

Sementara sepeda motor Yamaha Mio J dengan salah satu plat nomor angka 8 berjumlah 2.000 unit. Keterangan saksi ditambah dengan pelaku mengenakan jaket kulit dan sepatu yang rapi.

Untuk mengetahui identitas pelaku ini, polisi melakukan penyelidikan melalui razia kendaraan bermotor yang tersebar di seluruh wilayah Batam.

“Sambil memeriksa surat, anggota mencocokkan para pengendara dengan ciri-ciri jaket dan sepatu itu,” terang Asep.

Nah, buntut dari kecurigaan polisi berawal dari seorang pengendara yang memilih berputar arah sata melihat petugas polisi melakukan razia di wilayah Baloi sekitar pukul 06.00 WIB. Pengendara itu bernama Wardiaman, ia memiliki dokumen sepeda motor yang lengkap.

“Saat digeledah surat-surat lengkap. Dan kita catat alamat lalu mengawasinya,” tutur Asep lagi.

Kecurigaan polisi terus bertambah dengan keterangan saksi yang mengaku pernah dicegat Wardiaman di jalan Hutan Seitemiang. Lalu polisi meakukan tes DNA kepada beberapa orang yang dicurigai termasuk Wardiaman.

“Bukan Wardiaman saja yang kita tes DNA, banyak orang lain yang dicurigai kita lakukan tes,” tegas Asep.

Polisi mengambil beberapa sampel tubuh orang yang dicurigai tersebut, dimulai dari kuku, rambut, darah, hingga bulu kemaluan. Dan hasilnya, tes DNA yang dilakukan kepada Wardiaman cocok dengan bukti pada tubuh Nia.

“Bukti sudah banyak mengarah kepada tersangka. Dan langsung kita amankan,” imbuhnya.

Dengan tertangkapnya Wardiaman, Asep menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Batam yang tetap mempercayai pihak kepolisian, termasuk memberikan informasi yang penting. Informasi tersebut telah membantu proses penyelidikan hingga pelaku tertangkap.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat. Mari sama-sama kita jaga kemanan Batam ini,” tutupnya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar