Wardiaman Zebua (WZ), Resmi Tersangka

14111
Pesona Indonesia

WZ-Saat-Penangkapan,-F.-Istbatampos.co.id – Polisi akhirnya menetapkan Wardiaman Zebua sebagai tersangka pelaku pembunuhan Dian Milenia Trisna Afiefa atau Nia, pelajar SMAN 1 Batam. Penetapan tersangka terhadap Wardiaman berdasarkan pemeriksaan saksi, bukti, dan hasil tes DNA.

Wardiaman adalah orang yang pernah ditangkap polisi pada Rabu (21/10) karena diduga sebagai pelaku pembunuhan Nia, setelah ia ketahuan mencegat seorang wanita di Seitemiang, Sekupang. Moduas yang diduga serupa dilakukan pada Nia.

Namun, ia dilepas lagi oleh polisi sembari menunggu keluarnya hasil uji DNA di Mabes Polri. Namun, sejak itu, ruang gerak Wardiaman sudah sangat sempit. Kemanapun ia pergi, sejumlah petugas polisi dari berbagai kesatuan terus menguntitnya.

Pada Rabu (28/10) malam, seperti diberitakan sebelumnya posisi Wardiaman sudah terkunci. Hasil tes DNA yang keluar Senin (26/10) menguatkan keyakinan polisi, Wardiaman adalah orang yang mereka buru selama ini. Sebab itu, pengawasan terhadap dia makin diperketat. Sejatinya, pada Rabu malam, Wardiaman sudah diamankan polisi. Ia “dikawal” dari segala penjuru. Tapi, ia baru benar-benar digelandang ke kantor polisi pada Jumat (30/10) kemarin.

Hingga berita ini ditulis, Wardiaman memang belum mengakui bahwa dia adalah pelaku pembunuh Nia. Namun hal ini tak menjadi pertimbangan utama polisi dalam penetapan status tersangka kepadanya.

“Kami tidak mengejar pengakuan yang bersangkutan. Kami melakukan pemeriksaan dan investigasi melalui teknik-teknik keresersean yang di dukung Labfor (laboratorium forensik),” kata Kapolda Kepri, Brigjen Arman Depari, di Mapolresta Barelang, Jumat (30/10).

Kapolda menjelaskan, penetepan status tersangka kepada Wardiaman Zebua (WZ) setelah polisi mengumpulkan 74 barang bukti dan memeriksa 20 orang saksi. Polisi juga melakukan tes DNA terhadap organ tubuh pelaku, seperti rambut kemaluan dan sperma yang tertinggal di jasad Nia.

“Kami masih kroscek bukti ini termasuk senjata tajam. Nanti akan kami jelaskan, jika bukti lainnya terkonfirmasi,” jelasnya.

Arman mengaku pihaknya tengah fokus memeriksa dan penyesuaian barang bukti dari tempat kejadian pembunuhan Nia. Pemeriksaan dilakukan secara maraton maupun pendekatan ilmiah (scientific).

“Kami fokus kepada korban terakhir (Nia). Dari tim yang dibentuk sejak lama, mengerucut kepada satu yang dicurigai,” tuturnya.

Arman menambahkan dengan tertangkapnya Wardiaman, masyarakat Batam diharapkan bisa beraktivitas normal tanpa ada rasa ketakutan.

“Jangan berpikir polisi tidak bekerja atau bekerja lambat. Untuk keamanan tidak bisa dilaksanakan polisi saja,” terangnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif dengan memberikan kekuatan mental, akhlak, dan rasa kemanusiaan. Ia juga berharap di Batam tidak ada lagi kasus pembunuhan yang sangat meresahkan masyarakat.

“Ini tugas kita bersama dan agar tidak ada lagi kasus selanjutnya,” tegasnya.

Arman berjanji akan mengungkap kasus pembunuhan lainnya. Terutama pembunuhan terhadap Chintya dan Anggi yang diduga memiliki motif yang sama dengan pembunuhan Nia. (opi/she/ska/bpos)

Respon Anda?

komentar