Bangunan Liar di Atas Fasum Akan Ditertibkan

575
Pesona Indonesia
Jalan menyempit akibat tambahan bangunan pertokoan di Perumahan Legenda Malaka, Batam Center. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Jalan menyempit akibat tambahan bangunan pertokoan di Perumahan Legenda Malaka, Batam Center.
Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Pengembangan atau pelebaran bangunan yang tak disertai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta menabrak fungsi fasilitas umum (fasum) atau fasilitas sosial (fasos), dipastikan akan ikut ditertibkan tim terpadu.

”Kami akan koordinasi dengan tim terpadu agar ditertibkan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Badan Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Dohar M, Senin (30/11).

Ia menjelaskan, pelebaran bangunan yang tak mengantongi izin sudah jelas-jelas melanggar aturan. Terlebih, jika kemudian pengembangan itu mengganggu fasum/fasos yang berada di sekitarnya. Semisal, ruko yang memperlebar area di depan atau di sampingnya untuk area komersial tambahan.

”Sesuai aturan, pemilik lahan hanya menguasai lahan yang diperuntukkan untuk mereka saja, sedangkan jalan dan taman itu fasum,” jelasnya.

Sejauh ini, Dohar mengklaim pihaknya terus melakukan pengawasan terkait hal itu. Selain menyosialisakan larangan tersebut, pihaknya juga mengaku sudah berulangkali melayangkan surat teguran bagi pemilik bangunan yang melanggar. ”Responnya, ada yang menindaklanjuti, tapi ada juga yang belum mengindahkan,” bebernya.

Karena itu, Dohar mengatakan pihaknya akan kembali melayangkan surat teguran hingga maksimal tiga kali. Jika masih tak digubris, ia pastikan bangunan-bangunan yang menyalahi aturan itu akan dihentikan pembangunannya atau ditertibkan oleh tim terpadu. ”Ada beberapa bangunan yang sudah diberikan teguran dan kami beri waktu (untuk membongkar),” kata dia.

Dia juga menyebutkan, di beberapa kawasan perdagangan di wilayah Jodoh dan Nagoya juga mendapatkan teguran serupa. Bahkan, hingga terjadi pembongkaran. ”Terutama yang di seputaran kawasan pelebaran jalan Jodoh dan Nagoya itu, banyak yang sudah dibongkar,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BPM-PTSP, Gustian Riau, mengatakan pihaknya berupaya memperketat pengawasan terutama bagi bangunan-bangunan yang tak mengantongi IMB dalam pembangunannya. Gustian menyebutkan, pihaknya tak segan menindak jika memang ada bangunan yang menyalahi regulasi yang ada. ”Sepanjang menyalahi aturan, itu kita tindak,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar