Biaya Distribusi Sebabkan Harga Gula Jadi Mahal

618
Pesona Indonesia
Nurma, karyawan Toko Acen di Pasar Fanindo Tanjunguncang, Batuaji membungkus gula pasir kiloan ke dalam plastik. Kamis (26/11).  Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Nurma, karyawan Toko Acen di Pasar Fanindo Tanjunguncang, Batuaji membungkus gula pasir kiloan ke dalam plastik. Kamis (26/11).
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Melambungnya harga gula di Batam akhir-akhir ini, karena tingginya biaya pengiriman komoditas bahan pokok tersebut. Pasalnya, gula yang beredar di Batam saat ini didatangkan dari Jawa, bukan lagi gula impor.

”Gula impor sudah tidak ada lagi, jadi ini gula yang didatangkan dari Jakarta, ongkos kirimnya itu yang bikin mahal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Senin (30/11).

Rudi menyebutkan, persoalan mahalnya gula hampir serupa dengan melambungnya harga beras beberapa waktu terakhir ini. Pasalnya, peredaran kedua komoditas itu, selama ini bergantung pada suplai barang yang didatangkan dari luar negeri atau impor langsung, sehingga harganya lebih murah.

Namun, lanjutnya, ketika aturan kran impor benar-benar ditutup dan pengawasannya diperketat, maka mau tak mau komoditas itu harus didatangkan dari daerah lain di Indonesia. Rudi menyebut, gula yang ada di Batam saat ini harus didatangkan dari wilayah Jawa dan ibu kota.

”Dari Jakarta saja sudah mahal, apalagi sampai sini (tambah mahal) karena ditambah biaya distribusi,” terang dia. Sejauh ini, Rudi mengaku belum akan menggelar operasi pasar untuk mengendalikan naiknya harga gula tersebut. ”Tapi kita minta distributor tetap memasukkan gula dan berkoordinasi dengan Bulog,” imbuhnya.

Terpisah, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, mengatakan pihaknya mengaku terus memantau perkembangan merangkaknya harga gula di pasaran. Hanya saja, pemerintah belum akan turut campur untuk mengendalikan harga gula tersebut.

Disinggung rencana menggelar operasi pasar khusus untuk gula, wali kota mengatakan kebijakan itu belum akan dilakukan dalam waktu dekat. ”Sepertinya belum, saya harus rapatkan dulu, termasuk meminta penjelasan dari Bulog,” katanya. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar