Kemenpupera dan Pemko Bangun Tiga Rusun Lagi di Batam

854
Pesona Indonesia
Rusun Mukakuning di Simpang Dam yang dikelola Pemko Batam. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Rusun Mukakuning di Simpang Dam yang dikelola Pemko Batam.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Permintaan akan rumah susun di Batam terus meningkat. Untuk memenuhi permintaan itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bekerjasama dengan Pemko Batam akan membangun tiga rusun lagi di Batam. Dua rusun di Muka Kuning dan satu rusun di Tanjunguncang.

“Permintaan untuk rusunawa ini memang sangat tinggi. Makanya kita mendorong dan meminta agar kementerian terus menambah rusun di Batam. Rencananya tiga rusun akan bertambah di Batam,” kata Muhammad Diky, kepala UPT Rusun Pemko Batam.

Diky mengatakan tiga rusun yang akan dibangun tersebut jumlah huniannya setiap gedung lebih sedikit dari jumlah hunian di rusun seperti sekarang ini. Kalau rusun yang ada sekarang ini, setiap bloknya memiliki 90 unit hunian, atau kamar. Maka nantinya hanya sekitar 50-an unit.

Hal ini dikarenakan luas atau tipe hunian atau kamar lebih besar dari yang ada sekarang. “Kalau yang ada sekarang kan tipe 24, kalau yang akan dibangun ini type 36. Lebih luaslah. Makanya jumlah unitnya pun sudah pasti lebih sedikit,” katanya.

Nantinya, setiap unit disewakan tanpa ada fasilitas. Tetapi sudah ada kamar mandi dan dapur. Harga sewa tergantung dari di lantai berapa kita menyewa. Setiap blok rusun itu memiliki empat lantai.

“Kalau harga tetap. Karena sudah jelas di Perda, bahwa besaran nilai sewa tidak berdasarkan ukuran besarnya kamar. Kita berharap segera dibangun,” katanya.

Diky menjelaskan bahwa tingkat hunian saat ini, sangat tinggi di Batam. Ada sekitar enam titik Rusunawa yang dikelola Pemko Batam, di daerah Sekupang, di daerah Mukakuning, di daerah Tembesi dan sisanya di daerah Tanjunguncang. Rata-rata tingkat huniannya lebih dari 90 persen.

“Yang di Sekupang dan di Tembesi tingkat huniannya bahkan sampai 99 persen. Yang di Mukakuning juga lebih dari 90 persen. Ini memang sangat luar biasa,” katanya.

Satu kamar rusun di lantai satu sebulannya Rp 240 ribu, lantai dua Rp 225 ribu, lantai tiga Rp 210 ribu, dan lantai empat Rp 195 ribu. “Yang lantai bawah lebih mahal karena lebih dekat dengan pintu keluar dan memang lebih banyak di cari,” kata Dwi.

Yang bisa menyewa rusun di sana tidak bisa semua orang. Ada beberapa syarat jika ingin menyewa di sana. Harus warga negara Indonesia, memiliki KTP Batam atau Surat Keterangan Tinggal Sementara, belum memiliki rumah yang ditunjukkan dengan surat dari lurah, masyarakat berpenghasilan rendah dan harus yang sudah berumah tangga.

Saat ini ada sekitar 24 rusun di Batam dengan 76 twin blok. Dikelola oleh Perumnas, Pemko Batam, Jamsostek, BP Batam dan Real Estate Indonesia. Ada dua rusun yang dikelola Perumnas di Tanjung Piayu, masing-masing 4 twin blok dan satu twin blok.

Kemudian Jamsostek mengelola empat rusun yaitu dua unit di daerah Batuampar masing-masing 6 twin blok dan satu twin blok. Kemudian satu rusun di Kabil dengan 10 twin blok dan satu di Sekupang sebanyak 4 twin blok.

Sementara BP Batam mengelola lima rusun yakni di Batuampar sebanyak 4 twin blok, di Muka Kuning 9 twin blok, dan tiga rusun di kabil sebanyak 5 twin blok. Sementara REI mengelola satu rusun di daerah Batam Center dengan dua twin blok dan sisanya dikelola Pemko Batam. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar