Pria Ini Ingin Kecoh Petugas Bea Cukai, Simpan Sabu di Sepatu, Hasilnya Tebak Sendiri

397
Pesona Indonesia
Terdakwa M Zubir saat menjalani persidangan di PN Batam, Senin (30/11). Foto: Anggie/batampos
Terdakwa M Zubir saat menjalani persidangan di PN Batam, Senin (30/11). Foto: Anggie/batampos

batampos.co.id – Beragam cara yang digunakan sindikat narkotika internasional untuk memasok barang haram ke Batam.

Seperti yang dilakukan M Zubir, ia masuk ke Batam dari Malaysia sambil membawa “oleh-oleh” berupa sabu-sabu yang ia sembunyikan di tapak sepatunya.

Maksud hati ingin mengecoh petugas Bea dan Cukai di pelabuhan feri Batam centre, ia pun berjalan santai saat feri yang membawanya dari Malaysia merapat di pelabuhan internasional tersebut.

Namun saat melewati X-Ray, peringatan adanya narkoba menyala. Petugas curiga, apalagi melihat sepatu Zubir ada benjolan seperti “tumor”.

“Di lihat di layar pemeriksaan ada suatu benjolan di sol sepatu yang ia pakai. Kemudian kami pun mengasingkan dia dan memintanya untuk membuka sepatunya. Ternyata ditemukan 2 paket sabu di sepatu kiri seberat 72 gram, dan di sepatu kanan 77 gram,” ujar dua orang saksi dari PNS Bea & Cukai yang bertugas di pelabuhan, saat Zubir ditahan.

Kedua PNS Bea dan Cukai itu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulna Yosepha, dalam sidang lanjutan kasus narkoba yang menjerat Zubir di Pengadilan Negeri Batam, Senin (30/11).

Saksi menambahkan, bahwa sabu tersebut didapatkan terdakwa dari Jo (DPO) di Malaysia, untuk ia berikan kepada Jul (DPO) di Batam.

Dari keterangan saksi tersebut dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Vera Yetti Maghdalena, didampingi Alvian, terdakwa membenarkannya. “Benar keterangan saksi Yang Mulia,” ujarnya.

Terdakwa mengaku hanya sebagai kurir saja. “Saya disuruh Jul untuk ambil sabu di Malaysia dari Jo, kalau udah berhasil bawa sabunya ke Jul saya dijanjikan upah Rp 10 juta yang Mulia,” kata terdakwa.

Namun, bukannya malah mendapatkan upah, ia malah terjerat pelanggaran hukum sesuai pasal 114 dan 112 ayat (2) jo UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, lebih subsidair pasal 115 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, karena tanpa izin dan hak membawa Narkotika jenis sabu tersebut.

Selanjutnya, Majelis Hakim mengagendakan sidang berikutnya terhadap terdakwa, Senin (7/12) masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penyidik. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar