35 UKM dan Mahasiswa Jadi Finalis Al Ahmadi Award 2015

467
Pesona Indonesia
Juara 1 Al Ahmadi Award tahun lalu Kategori Jasa dan Industri. Tahun ini ajang serup akembali digelar. Foto: dok. BPES
Juara 1 Al Ahmadi Award tahun lalu Kategori Jasa dan Industri. Tahun ini ajang serup akembali digelar. Foto: dok. BPES

batampos.co.id – Perhelatan Al Ahmadi Award 2015 kini menuju babak final. Sebanyak 35 usaha kecil menengah (UKM) dan mahasiswa ditetapkan sebagai finalis ajang gelaran Batam Pos Entrepreneur School (BPES) tersebut. Mereka lolos uji verifikasi faktual.

“Awalnya, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 300 orang. Seratus empat orang lolos tahap administrasi dan masuk tahap verifikasi faktual,” kata Lisya Anggraini, General Manager BPES.

Berbeda dari gelaran tahun lalu, Al Ahmadi Award tahun ini memperluas jangkauannya hingga Sumatera. Ke-35 finalis tersebut tidak hanya datang dari Batam ataupun Kepulauan Riau. Melainkan juga dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, hingga Lampung.

Peserta datang dari beragam kota di setiap provinsinya. Peserta dari Sumatera Barat, misalnya, datang dari tiga kota besar. Yakni, Payakumbuh, Padangpanjang, dan Lima Puluh Kota.

Lisya mengatakan, para finalis dari luar Batam akan diundang datang ke Batam, Jumat (4/12) depan. Mereka akan mengikuti presentasi final, Sabtu (5/12) keesokan harinya. Dan pada Minggu (6/12), pengumuman pemenang akan dilakukan di Hotel Harmoni One.

“Dalam penjurian final nanti, akan terlibat lima besar pebisnis dari Kompetisi Bisnis Singapore Malay Chamber of Commerce & Industry (SMCCI),” tambah Lisya.

Al Ahmadi Award merupakan sebuah apreasiasi bagi para pelaku UKM yang mulai diberikan sejak tahun 2011. Apresiasi ini sebelumnya bernama ‘Batam Pos Entrepreneur Award’.

Awalnya, apresiasi ini hanya mencakup wilayah Batam. Tahun ke tahun, jangkauan wilayahnya semakin luas. Seperti yang terjadi tahun ini. Sebab, “Respon masyarakat sangat bagus,” kata Lisya.

Tahun ini, Al Ahmadi Award juga membuka kategori baru untuk mahasiswa start-up business. Sebab, kelompok ini mulai banyak tumbuh di Indonesia. Keberadaannya perlu didorong agar mampu mengembangkan bisnis dengan sudut pandang entrepreneurship.

“Hadiah yang disediakan untuk para nominator, baik kategori UKM dan mahasiswa start up business, adalah kesempatan lateral thinking dan business matching dengan pelaku usaha di Hongkong. Selain juga mendapatkan trofi Al Ahmadi,” tuturnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar