Berkas Kasus Panti Asuhan Rizki Khairunnisa Masih Dilengkapi

402
Pesona Indonesia
Sebelas anak panti asuhan yang ditampung oleh yayasan LKSH Tembesi Kebun, Batuaji. Empat balita lainnya ditampung di panti asuhan di samping RSBK. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Sebelas anak panti asuhan yang ditampung oleh yayasan LKSH Tembesi Kebun, Batuaji. Empat balita lainnya ditampung di panti asuhan di samping RSBK. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Panti Asuhan Rizki Khairunisa sudah berstatus P19 atau berkas acara pemeriksaan (BAP) sudah dikirim ke jaksa. Meski dikembalikan untuk dilengkapi, namun polisi yakin setelah tak lama lagi akan masuk persidangan.

“Ada sedikit materi yang tertinggal dan perlu kita lengkapi,” kata Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Kepri AKBP, Edi Santoso, Selasa(1/12) siang.

Ia menjelaskan dalam BAP tersebut bidan Ev, pemilik panti tersandung penelantaran anak dan penganiayaan. Bahkan wanita berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu kurang pengawasan sehingga terjadi perbuatan asusila.

“Akibat pengawasan yang kurang ini terjadi perbuatan asusila. Tapi perbuatan asusila ini dalam laporan tersendiri,” tuturnya.

Selain itu, panti yang didirikan Ev diketahui tanpa adanya izin. Tersangka sengaja menambah jumlah anak panti untuk meraup keuntungan.

“Ada sepuluh anak yang ditambahkan tersangka untuk mendapatkan bantuan dari donatur,” jelas Edi.

Edi menambahkan khusus laporan perbuatan pelecehan seksual, pihaknya melalui pra peradilan anak untuk melakukan deversi terhadao keluaraga korban. Dimana, pelaku masih berusia 12 tahun.

“Karena anaknya di bawah umur, dilakukan pra peradilan anak. Ternyata keluarga korban menerima,” terangnya.

Atas perbuatannya, Ev dijerat dengan pasal 80 ayat 1 UU 35 tahun 2014. Dimana tersangka akan dijatuhi hukuman 3,6 tahun dan denda maksimal Rp 72 Juta. Selain itu Ev dikenakan pasal 76 C dan 76 B.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menggerebek Panti Asuhan Rizki Khairunnisa yang berlokasi di Batuampar, Selasa (21/10) sore. Penggerebekan ini dilakukan atas laporan warga yang menduga adanya praktik penganiayaan dan kekerasan fisik pada anak-anak panti asuhan tersebut. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar