Choo Wie Tin Simpan Sabu di Celana Dalam, Hmmm… Baunya Tercium

273
Pesona Indonesia
Petugas Bea Cukai dan BNNP Kepri melakukan pemusnahan narkoba jenis sabu-sabu disaksikan tersangka di Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Selasa (1/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Petugas Bea Cukai dan BNNP Kepri melakukan pemusnahan narkoba jenis sabu-sabu disaksikan tersangka di Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Selasa (1/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Celana dalam adalah tempat yang dikira aman untuk menyimpan sabu bagi pengedar maupun pemasok barang haram tersebut.

Seperti yang dilakukan Choo Wie Tin, warga negara Malaysia yang memasok 210 gram sabu ke Batam beberapa waktu lalu. Ia menyembunyikan sabu yang dikemas tiga paket itu di kaos kaki dan celana dalamnya. Dengan harapan petugas Bea Cukai Pelabuhan Feri Batam Centre terkecoh.

Namun, strategi Mr Choo ini tak ampuh. Petugas Bea Cukai di pelabuhan tersebut sudah jago urusan mendeteksi narkoba, meski disembunyikan di celana dalam. Penciuman petugas di sana sudah tajam, hingga bisa mendeteksi bau barang haram tersebut.

Mr Choo pun ditangkap lalu diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri.

Nah, BB sabu Mr Choo ini Selasa (1/12) kemarin dimusnahkan BNN. Pemusnahan ini turut disaksikan pihak dari Bea Cukai, Ditpam BP Batam, Kejaksaan, dan aparat kepolisian.

Namun yang dimusnahkan hanya 187,5 gram. Sisanya 13,5 gram untuk pembuktian di pengadilan. Selanjutnya barang haram itu direbus ke dalam air panas, lalu ditumpahkan ke bumi.

“Tersangka teriak saat melalui pemeriksaan, sehingga petugas mengejar dan menangkapnya.” kata Kasub Pencegahan BNNP Kepri, AH Pangabean.

Kepada petugas Mr Choo mengaku baru pertama kali membawa barang haram itu dari Malaysia. Ia akan mendapat bayaran saat sabu sampai ke tangan pemesan. Tersangka hanya dipandu dengan ponsel dari pemilik barang.

“Dia tidak tau siapa pemesannya. Dan dipastikan baru sekali melakukan penyelundupan, karena dari cap paspornya,” tutur Pangabean.

Ia menegaskan masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik barang itu. Termasuk pemesan yang berada di Batam.

“Masih kita lakukan penyelidikan. Tapi pengakuan tersangka karena terbelit hutang dan dia bekerja sebagai sopir,” jelasnya.

Atas perbuatannya menyelundupkan sabu, tersangka dijerat pasal 112 ayat 2 pasal 114 ayat 2 tentang Undang-undang no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancamannya hukuman mati,” tutup Pangabean. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar