Ini Begal yang Sering Beraksi di Batam, Potong Tangan Aja Pak!

690
Pesona Indonesia
Dua pelaku jambret di kawal oleh anggota polisi sebelum di ekpose di Polsek Batuampar, (1/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Dua pelaku jambret di kawal oleh anggota polisi sebelum di ekpose di Polsek Batuampar, (1/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Dua kawanan begal yang selama ini meresahkan pengendara roda dua diringkus. Keduanya Didi Ariansyah alias Rian dan DYP . Sebelum beraksi, ternyata kedua remaja putus sekolah mengaku sudah dilatih untuk jadi begal.

“Ada yang ajarin saya,” kata DYP yang masih berusia 17 tahun kepada Koran Batam Pos  (batampos.co.id) di Polsek Batuampar, Selasa (1/12).

Remaja bertubuh kurus ini mengaku hanya ikut-ikutan jadi begal. Berawal beberapa bulan lalu ia bergabung dengan geng motor yang sering nongkrong di Bengkong Palapa. Beberapa senior yang telah lama bergabung dengan geng motor itu pun mengajarkannya untuk menjambret atau membegal pengendara roda dua.

“Ini baru yang pertama kali. Saya coba karena sudah diajari. Saya tak tahu nama abang itu, karena saya manggilnya abang saja,” dalih DYP.

Menurut dia, selama dilatih jadi begal, DYP juga diajarkan cara memegang katana (pedang) dan menakuti korban. Apabila keadaan mendesak, ia bisa melukai korban.

“Ia disuruh pakai samurai agar korban takut. Tapi saya tak ada melukai korban,” terangnya.

Meski menyesal, remaja tanggung ini masih terlihat santai. Ia juga berjanji tak akan mengulangi perbuatannya itu usai keluar dari penjara. “Saya menyesal, bikin malu keluarga. Saya taubat,” imbuhnya santai.

Berbeda dengan DYP. Rian pelaku lainnya mengaku cukup ketagihan menjadi begal. Kejahatan jalanan ini sudah dilakoninya beberapa kali. Ia pun membagi hasil begal dengan teman yang kemudian digunakan untuk berfoya-foya.

“Sudah tiga kali. Uangnya habis untuk jajan sama teman-teman,” terang remaja berusia 19 tahun ini.

Menurut dia, saat beraksi dirinya selalu membawa samurai. Lokasi penjambretan berbeda-beda seperti Terowongan Pelita, Jalan Raya Batuampar dan dibawah Jembatan Penyebrangan Simpang Kuda Seipanas.

“Korban diacak. Siapa yang mencolok aja. Kita liat calon korban dulu, kalau dipastikan kendaraan mereka sendiri, baru kita beraksi,” jelas Rian.

Sementara Kapolsek Batuampar Kompol Ari Baroto mengaku penangkapan kedua tersangka berawal saat anggotanya melakukan patroli. Dimana ada sepasang suami istri yang berkendaraan roda dua terjatuh di depan PT Putra Sumber Batuampar.

“Awalnya kami pikir laka lantas. Ternyata curas, apalagi korban saat itu minta tolong,” kata Ari.

Menurut dia, saat itu kedua korban yang baru pulang kerja dipepet oleh pelaku pada 22 November sekitar pukul 00.30 WIB. Tas milik Kiptiyah dirampas oleh DYP. Karena mencoba mempertahkan tasnya, pelaku menendang motor korban dan terjatuh.

Saat itu, Sabarudin suami Kiptiyah melawan tapi pelaku menggeluarkan pedang. Oleh warga yang melihat langsung meneriaki pelaku yang akhirnya berhasil menangkap DYP. Sedangkan Rian berhasil melarikan diri dan ditangkap di Bengkong.

“Pelaku mengendarai sepeda Motor Yamaha Vixion. Dari tangan pelaku juga diamankan samurai. Kita juga mengamankan tas milik korban,” jelas Ari.

Dilanjutkan Ari, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Terutama adanya dugaan jika pelaku diajarkan untuk menjadi begal oleh kawanan geng motornya.

“Kita pasti akan kembangkan. Kedua pelaku dijerat pasal 365 tentang curas. Hukuman 12 tahun penjara,” pungkas Ari. (She)

Respon Anda?

komentar