Persiapan Pilgub Kepri dan Pilwako Batam Sudah Rampung

278
Pesona Indonesia
Ketua KPU Batam, Agus Setiawan. Foto: Johanes Saragih/batampos
Ketua KPU Batam, Agus Setiawan. Foto: Johanes Saragih/batampos

batampos.co.id – Persiapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri dan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Batam serentak 9 Desember mendatang sudah rampung.

Namun untuk menguji kesiapan itu, Senin (1/12) kemarin KPU Batam menggelar simulasi pemilu di Hotel Nagoya Plaza, Batam.

Dalam simulasi ini tampak puluhan Petugas Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melaksanakan simulasi pemilu mulai dari proses persiapan pencoblosan hingga rekapitulasi suara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Batam, Agus Setiawan mengatakan simulasi ini benar-benar mengambarkan kondisi riil di lapangan. Dari pantauan Batam Pos saat simulasi itu, sebelum pencoblosan dilaksanakan, petugas pemilu melaksanakan rapat terlebih dahulu. Membahas tata tertib pemilu, setelah itu dilaksanakan pengambilan sumpah dari petugas pemilu di lapangan.

Lalu Ketua PPS membuka kotak suara, dan memeriksa jumlah daftar dokumen yang ada. Pemeriksaan ini disaksikan oleh saksi. Setelah isinya diambil kotak suara ini kembali ditutup. “Kami jadwalkan, pukul 07.00 pemilih sudah bisa mencoblos,” kata Agus.

Pemilih dengan menggunakan dokumen C6 atau kartu pemilih bisa mencoblos kapan saja. Sementara bagi pemilih yang tak memiliki form C6, dapat menggunakan hak pilihnya diatas pukul 12.00 WIB dengan memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP).

“Tapi mereka adalah penduduk yang berdomisili di TPS bersangkutan,” ungkap Agus.

Ia mengucapkan bahwa kesempatan bagi pemilih tak memiliki form C6, hanya selam satu jam saja. Mulai dari pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB. “Sebab setelah itu, akan dimulai proses rekapitulasi,” ujarnya.

“Pukul 16.00 WIB kami usahakan semua proses pemilu sudah selesai,” ujarnya lagi.

Agus berharap PPS dan PPK melaksankan tugas ini dengan baik. Sebab PPS dan PPK adalah ujung tombak KPU di lapangan. Bila ada kesalahan di lapangan, bukan nama PPS atau PPK yang jelek. Tapi petugas KPU se-Batam yang akan tercoreng. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar