Soal Cagub Kepri Soerya Merasa Difitnah, Ini Komentar Gubernur Kepri

365
Pesona Indonesia
Calon Gubernur Kepri Soerya Respationo didampingi anggota DPR RI Dwi Latifah dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mendatangi Polda Kepri untuk membuat laporan atas SMS yang beredar dengan mencatut nama dirinya, Senin (30/11). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Calon Gubernur Kepri Soerya Respationo didampingi anggota DPR RI Dwi Latifah dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mendatangi Polda Kepri untuk membuat laporan atas SMS yang beredar dengan mencatut nama dirinya, Senin (30/11). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Laporan calon Gubernur Kepri Soerya Respationo Cs ke Polda Kepri karena merasa difitnah dan dizalimi dengan modus SMS blasting menjelang Pilgub Kepri, menuai tanggapan dari Pejabat Gubernur Kepri Agung Mulyana.

Menurut Agung, bisa jadi hal itu sengaja dilakukan pihak ketiga yang ingin mengacaukan situasi politik jelang pilkada serentak pada 9 Desember nanti.

“Kalau memang masih ada kejadian seperti ini, sebaiknya dikroscek langsung. Dicurigai ada pihak ketiga untuk mempekeruh situasi,” katanya, Selasa (1/12).

Baca Juga: Gubernur Khawatir Politik Uang di Pilgub Kepri

Terkait masih banyaknya spanduk dan alat peraga kampanye yang masih banyak terpasang, Agung meminta Bawaslu segera menertibkannya. Jika alasannya karena kekurangan tenaga, Pemprov Kepri mengaku siap membantu.

“Saya akan kerahkan Satpol PP untuk melakukan itu,” tegas Agung.

Selasa (1/12) kemarin Agung menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang. Salah satu pembahasan yang mengemuka mengenai masalah keamanan jelang pilkada. Namun sejauh ini belum ada hambatan yang berarti.

“Polda Kepri menjamin keamanan di masyarakat,” katanya.

Apalagi, lanjut Agung, TNI juga mengaku siap membantu pengamanan. “Secara umum Kepri sudah siap untuk menyelenggarakan pilkada serentak,” ujar Agung. (jay/bpos)

Respon Anda?

komentar