Warga Mengeluh Harga Cabai Naik Dua Kali Lipat

216
Pesona Indonesia
Harga cabai di pasaran terus melambung, bahkan kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding bulan lalu. Tampak pedagang di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji sedang menyusun cabai merah. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Harga cabai di pasaran terus melambung, bahkan kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding bulan lalu. Tampak pedagang di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji sedang menyusun cabai merah.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Harga cabai di pasaran terus melambung, bahkan kenaikannya hampir dua kali lipat dibanding bulan lalu. Para pedagang berdalih pemicu kenaikan tersebut karena tingginya biaya transportasi dari Pulau Jawa.

Sehingga, tidak ada pilihan lain bagi pedagang kecuali menaikkan harga. Saragih, pedagang cabai di Pasar Toss 3000 Jodoh menyebutkan sebagian besar cabai yang dijual di pasar-pasar Batam didatangkan dari Pulau Jawa. Akibatnya, harganya tinggi karena biaya transportasinya pun mahal.

Dia mengatakan, sekarang harga cabai naik hampir dua kali lipat dibanding awal November lalu. ”Bulan (November) lalu harga cabai masih di kisaran Rp 22 ribu per kg, tapi sekarang cabai merah dijual Rp 40 ribu per kg. Begitu juga cabai rawit dijual Rp 35 ribu per kg. Sedangkan cabai hijau dari Rp 20 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg,” ujarnya.

Menurut dia, meskipun harga cabai mengalami kenaikan cukup tinggi, tidak serta mengurangi daya beli masyarakat. ”Masyarakat mau tidak mau pasti membeli meskipun dengan harga yang mahal,” terangnya.

Saragih mengaku konsumen juga banyak mengeluh, mereka kira pedagang sengaja menaikkan harga. Padahal sudah dari sana harga sudah mahal.

Untuk itu, dia berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam dapat mengendalikan harga sembako yang terus merangkak naik. ”Setidaknya pemerintah memperhatikan kami pedagang kecil ini,” ucapnya.

Amri, pedagang lainnya juga menyampaikan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok belakangan ini seharusnya menjadi perhatian Pemko Batam. ”Banyak pembeli mengeluh, terutama pemilik warung makan akibat harga-harga naik,” kata Amri.

Menurut dia, pedagang sudah berusaha menekan agar harga lebih murah. Tak masalah, meskipun hanya mendapatkan untung sedikit saja.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain, menyebutkan harga sembako di Batam sudah tidak terkontrol, akibat minimnya ketersediaan pasokan di pasaran.

”Sekarang ini, tak ada pilihan bagi masyarakat selain membeli sembako dengan harga yang mahal,” ungkap Yudi, Jumat (27/11) lalu. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar