4,25 Kilogram Sabu dari Malaysia Masuk Melalui Batam untuk Pasar Surabaya

597
Pesona Indonesia
Dirnarkoba Polda Kepri, Kombes Wiyarso bersama  Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, Kasubnit I Moch Soleh menunjukan barang bukti 4,25 Kg beserta dua kurir yang berhasil diamankan saat ekpos di Mapolda Kepri, Rabu (2/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Dirnarkoba Polda Kepri, Kombes Wiyarso bersama Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, Kasubnit I Moch Soleh menunjukan barang bukti 4,25 Kg beserta dua kurir yang berhasil diamankan saat ekpos di Mapolda Kepri, Rabu (2/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Kepri berhasil menggagalkan upaya penyelunduan narkotika jenis sabu di Pantai Kampung Tua, Nongsa pada 28 November 2015 lalu. Sabu seberat 4,250 Kg itu dibawa dari Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan dua orang jaringan sindikat narkotika yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni HT dan TJD. Barang haram itu dibungkus ke dalam dua paket besar.

Dirnarkoba Polda Kepri, Kombes Wiyarso mengatakan untuk memuluskan aksinya, tersangka menumpangi kapal yang berisikan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke kampung halamannya.

“Mereka gabung di dalam kapal para TKI. Jadi kita mendapat informasi dan lakukan penangkapan,” kata Wiyarso, Rabu (2/12) siang di Mapolda Kepri.

Ia menambahkan dari pengakuan tersangka mereka mendapatkan barang haram itu dari pria berinisial S di Kualalumpur, Malaysia. Para tersangka akan mendapatkan upah puluhan juta rupiah hingga sampai kepada pemesannya di Surabaya.

“Pengakuannya baru sekali melakukan penyelundupan. Dan mereka di pandu menggunakan ponsel,” tutur Wiyarso.

Wiyarso menegaskan akan berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia untuk memburu S dan mengungkap jaringannya. Selain itu, melakukan penyelidikan terkait pemesan sabu dengan total harga Rp 6 Milyar itu.

“Dan dengan pengungkapan ini kita berhasil menyelamatkan ribuan nyawa agar terhindar dari narkotika,” paparnya.

Sementara itu, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Moch Sholeh mengatakan pengungkapan tersebut berkat operasi instant yang dilakukan bersama anggotanya. “Kita operasi rutin dan tdak secara riba-tiba,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono menghimbau kepada masyarakat khususnya dari Malaysia untuk tidak mudah terpengaruh dengan bujukan agar menyelundupkan sabu ke Indonesia.

“Jangan sampai dipengaruhi karena sabu ini merusak generasi penerus bangsa,” kata Hartono.

Dua tersangka ini dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 113 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang no 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar