BI: Batam Belum Siap Hadapi MEA, Ini Penyebabnya

381
Pesona Indonesia
Foto: http://www.indeksmedia.com
Foto: http://www.indeksmedia.com

batampos.co.id – Kepala BI Kantor Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putri menyebut Batam belum cukup siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai pada 31 Desember nanti.

Penyebabnya, infrastruktur yang masih minim mulai dari pelabuhan dan infrastruktur listrik, serta kurang kreatifnya produk yang dihasilkan untuk dapat bersaing dengan negara lain.

“Masih banyak yang harus disiapkan Batam,” kata Gusti, Selasa (1/12) lalu.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti proses perizinan investasi di Batam dan Kepri yang masih lamban dan bertele-tele. Padahal, sisi administrasi di tataran birokrasi ini mestinya bisa bisa dipersingkat.

Hal ini diakui Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Kata dia, hingga saat ini Batam belum memiliki pelabuhan peti kemas berskala besar. Hal ini mengurangi kesiapan Batam menyambut MEA.

“Dua kali kita gagal membangun pelabuhan atau container port skala besar di Batam, padahal ini penting untuk menunjang pengembangan Batam sebagai transhipment (alih dan bongkar muat kapal),” kata Dahlan.

Menurut Dahlan pelabuhan itu penting demi menunjang kemudahan bongkar muat barang sekaligus memangkas waktu tunggu yang lama di pelabuhan. Sehingga, arus barang yang keluar masuk wilayah ini makin mudah. Termasuk barang-barang dari dan ke luar negeri saat pemberlakuan MEA yang tinggal menghitung hari tersebut.

“Harapannya, Batam itu nanti saat MEA bukan sebagai objek serbuan barang impor, tapi kita ingin mengeskpor,” ujar dia.

Meski demikian, Dahlan mengatakan dibanding daerah lain di Kepri, Batam dianggap paling siap menyongsong dimulainya MEA tersebut.

“Coba sebutkan, daerah lain mana di Kepri yang lebih siap ketimbang Batam? Karena memang Batam yang paling siap,” klaim Dahlan.

Sayangnya, Dahlan mengaku belum mendapat arahan resmi dari pemerintah pusat terkait akan segera dimulainya MEA ini. Namun, wali kota mengatakan pihaknya sudah mulai menyiapkan diri untuk menghadapi era keterbukaan ini, salah satunya dalam hal penyiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya menyiapkan bekal bagi para tenaga kerja.(ian/rna)

Respon Anda?

komentar