Horeee! Siswa Hinterland Dapat Buku dan Tas Sekolah Gratis dari Disdik

285
Pesona Indonesia
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan menggratiskan peralatan sekolah untuk siswa-siswa hinterland se- Kota Batam. Tampak siswa hinterland menaiki pompong saat pulang sekolah. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan menggratiskan peralatan sekolah untuk siswa-siswa hinterland se- Kota Batam. Tampak siswa hinterland menaiki pompong saat pulang sekolah.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menggratiskan peralatan sekolah di Hinterland se- Kota Batam. Mulai dari buku hingga tas sekolah akan digratiskan bagi pelajar dan Murid SD, SMP, hingga SMA.  “Kita (DPRD) perjuangkan program ini, ternyata masuk di APBD Perubahan. Sudah ditenderkan, tinggal dibagikan saja,” ungkap anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Suardi Tahirek kepada Batam Pos, Rabu (2/12).

Suardi mengatakan, program itu berangkat dari banyaknya laporan masyarakat pulau yang kesulitan menimba ilmu di bangku pendidikan. “Pekerjaan mereka umumnya nelayan,  banyak sungai ditutup perusahaan, banyak diantara mereka yang tak bisa bekerja,” beber Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Batam ini.

Jangankan untuk membiayai anaknya sekolah, mencukupi kehidupan sehari-hari saja kesulitan. Banyak yang putus sekolah, ada juga yang memaksakan, ngutang sana-sini untuk biaya sekolah. “Kita sebagai orang pulau kadang sedih melihatnya. Bila seperti ini keadaannya, bagaimana masyarakat pulau bisa maju,” ungkap Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Batam ini.

Melalui program tersebut, Suardi berharap dapat membantu masyarakat hinterland, terutama dari kalangan tak mampu. “Bisa menyelesaikan pendidikan, minimal hingga SMA,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Suardi  juga mengkritisi minimnya tenaga pengajar di kawasan hinterland. Satu sekolah, kadang hanya tiga guru. “Sulit untuk mengimbangi kualitas pendidikan di mainland, tidak optimal” ucap Suardi Tahirek.

Menurutnya banyak pegawai yang tak mau ditugaskan di pulau, padahal sudah disumpah siap di tugaskan di mana saja. “Kami minta BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat) Kota Batam tegas mengenai hal ini,” ungkap Suardi.

Diketahui, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Batam, M Sahir mengaku tak bisa mengendalikan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Perintah untuk bekerja di Hinterland banyak ditolak. Tenaga guru, pegawai kesehatan, kelurahan, di Kota Batam.

“Hinterland minim pegawai, salah satu sekolah bahkan hanya tiga orang. Kepala sekolah, guru dan penjaga sekolah. Kadang penjaga mengajar juga,” ungkap M Sahir saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Kota Batam belum lama ini.

Sahir menyebutkan, sebelum menjadi pegawai mereka menyatakan kesediannya untuk ditugaskan di mana saja, hingga ujung Indonesia. “Harusnya mau ketika ditugaskan. Batam kan kecil saja, paling tugasnya di hinterland,” katanya.

Ketika pegawai diperintahkan untuk dinas di hinterland, dengan segala cara melakukan penolakan. “Termasuk mencari bekingan,” katanya.

Sebagai Kepala BKD pun, Sahir tak bisa berbuat banyak. Kantor pemerintahan, sekolahan, hingga fasilitas kesehatan di hinterland minim pegawai.”Karenanya 12 orang lulusan STPDN kita tempatkan di hinterland. Belakang Padang, Bulang, dan Galang,” ungkapnya.

Ketika nantinya memimpin SKPD, pegawai pilihan ini mengetahui persis wilayah Kota Batam serta keadaan masyarakatnya. “Itu yang kami harapkan,” tutup Sahir. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar