Mahasiswa Ini Beromzet Rp 6 Miliar, Dia Mau Berbagi Bagaimana Ia Membangun Bisnisnya

262
Pesona Indonesia
Para pembicara diseminar yang digelar BPES, Minggu (6/12) mendatang.
Para pembicara diseminar yang digelar BPES, Minggu (6/12) mendatang.

batampos.co.id – Puncak acara Al Ahmadi Award se-Sumatera, Minggu (6/12) nanti, akan ditutup dengan Seminar Peluang Riil Pasar Tiga Negara. Lima narasumber hebat dipastikan akan hadir sebagai pembicara.

“Yang pertama, Pak Dahlan (Dahlan Iskan) pemilik Jawa Pos Grup,” kata General Manager Batam Pos Entrepreneur School (BPES), Lisya Anggraini.

Nama Dahlan Iskan tentu tak asing lagi. Ia wartawan yang kemudian lebih terkenal sebagai pebisnis andal. Ia sukses mengembangkan Jawa Pos Group hingga ke pelosok Nusantara. Pria yang mendapat julukan Raja Media ini dipastikan sudah akan tiba di Batam sehari sebelumnya, Sabtu (5/12).

Narasumber kedua, Indra Gunawan. Statusnya masih mahasiswa. Usianya masih 22 tahun. Tapi siapa sangka, bisnis yang tengah ia geluti kinimeraup omzet hingga Rp 6 miliar per tahun.

“Anak usia 22 tahun menghasilkan lebih dari Rp 400 juta per bulan, itu memangnya mudah?” ujar Lisya lagi.

Indra dipilih sebagai contoh bagi para finalis Al Ahmadi Award kategori mahasiswa. Bahwa bidang apapun itu bisa dikembangkan. Para mahasiswa tak perlu ikut-ikutan orang lain.

Indra dipastikan akan buka-bukaan bagaimana ia memulai bisnis meski di tengah kesibukan kuliah hingga bisnisnya sukses. “Apa dan seperti apa bisnisnya dimulai, silakan datang mendengar sendiri pemaparannya,” kata Lisa.

Mahasiswa itu, kata Lisa, masuk kelompok pebisnis start up yang lumayan besar di Indonesia sekarang ini. “Makanya, tahun ini kami buka kategori untuk mahasiswa juga,” tuturnya.

Seminar yang rencananya akan digelar di Hotel Harmoni One ini juga akan dihadiri ketua kelompok dagang dari tiga negara. Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raditya Priamanaya Djan. Pengusaha yang belum genap 40 tahun ini berhasil mengubah pasar tradisional Tanah Abang di Jakarta menjadi kawasan dagang modern.

Singapura diwakili Presiden Kamar Dagang dan Industri Melayu Singapura Zahidi Abdul Rahman. Ia akan membawa serta finalis kompetisi bisnis yang tengah mereka gelar. Zahidi Abdul Rahman juga akan menjadi juri tamu dalam ajang final Al Ahmadi Award nanti.

Sementara Malaysia akan diwakili Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Industri Nasional Dato’ Sri Syed Hussein Al Habshee. Kamar dagang ini akan membawa perwakilan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mereka yang berlokasi baik di Johor Bahru, Malaka, dan Melayu. Serta UMKM yang berkumpul dalam asosiasi Kamar Dagang dan Industri Tionghoa di sana.

“Nah, nanti, Konjen Indonesia untuk Johor Bahru juga akan datang,” kata Lisya.

Acara seminar ini terbuka untuk umum. Baik itu pebisnis ataupun yang baru ingin menjejakkan kaki di dunia wirausaha. Tidak masalah siapapun dia, tapi Lisya berpesan, “Sebaiknya bawa media promo. (Seperti), kartu nama, brosur, flyer,” ujarnya.

Sebab, bukan hanya materi bisnis yang bisa didapatkan di sana. Melainkan juga peluang untuk membuka jaringan. Tidak hanya di dalam wilayah Indonesia. Bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura.

“Bahwa MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) jangan dipahami sebagai urusan government to government saja. Kalau langsung business to business tentu akan lebih baik,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar