Pengasuh Panti Asuhan Ini Bagusnya Dirajam Saja

403
Pesona Indonesia
Wakasat reskrim Dasta Analis (kanan) mengekspose pengasuh panti asuhan Al Arif tersangka pencabulan di Polresta Barelang, Rabu (2/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Wakasat reskrim Dasta Analis (kanan) mengekspose pengasuh panti asuhan Al Arif tersangka pencabulan di Polresta Barelang, Rabu (2/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Ahmad Al Munawwar Abror, pengasuh panti asuhan Yayasan Al-Arif, Sekupang yang mencabuli anak asuhnya, JN , 13, mengakui perbuatannya.

Menurut pria asal Binjai Sumatera Utara (Sumut) ini, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak ada paksaan.

“Kami pacaran dan melakukannya suka sama suka,” kata kilah Ahmad, usai ekspos di Polresta Barelang, Selasa (2/12).

Dari pengakuan Ahmad, ia telah beberapa kali berhubungan dengan JN, tanpa sepengatahuan istri dan anaknya. Hubungan terlarang ini dilakukan tersangka disaat semua penghuni yayasan tengah terlelap.

“Saya masuk ke kamar JN tengah malam. Tidak ada paksaan atau ancaman,” dalih pria 36 tahun tersebut.

Ahmad juga tak menyangkal, ia sering mengajak JN untuk menonton film blue. Setiap kali mengajak nonton, Ahmad mengaku JN tidak pernah menolak. Biasanya aksi ini dilakukan disaat penghuni yayasan tengah kosong.

Terbongkarnya kasus cabul ini bermula dari SJ, 12, salah seorang anak asuh panti asuhan Yayasan Al-Arif melihat tersangka mematikan lampu kamar dan menciumi JN.

Tak terima perbuatannya diketahui, tersangka mengancam SJ untuk tidak bercerita kepada siapa-siapa termasuk juga istri dan anaknya.

SJ yang takut dengan ancaman tersangka mulai buka mulut dan bercerita kepada CR,15, dan selanjutnya melaporkan ke pemilik panti asuhan, Muhardi.

Kemudian pada Rabu (11/11), pelaku kabur ke Medan bersama istrinya, dan pada Kamis (12/11), Muhardi membuat laporan ke polisi.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Dasta Analis mengatakan, setelah beberapa hari melakukan pencarian, tersangka akhirnya berhasil ditangkap di salah satu hotel di Medan Rabu (28/11). Tidak ada perlawanan, dan selanjutnya tersangka dibawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan penyidikan.

“Barang bukti pakaian korban dan hasil visum etrevertum sudah kita amankan,” kata Dasta.

Atas perbuatannya tersebut, kata Dasta, tersangka dikenakan pasal 81 jo pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (rng/bpos)

Baca Juga: Pengasuh Panti Asuhan Al Arif yang Diduga Cabuli Anak Asuhnya Ditangkap di Medan

Respon Anda?

komentar