Sakit Hati, Iqbal Culik dan Cabuli Anak Kekasih

623
Pesona Indonesia
Wakasat reskrim Dasta Analis (kiri) mengekspose pelaku Cabul Iqbal Sinaga di Polresta Barelang, Rabu (2/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Wakasat reskrim Dasta Analis (kiri) mengekspose pelaku Cabul Iqbal Sinaga di Polresta Barelang, Rabu (2/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Iqbal Sinaga sakit hati terhadap NR, kekasihnya. Membalas sakit hatinya, pria berusia 26 tahun ini tega menculik dan mencabuli AS, 10, anak NR hingga mengalami pendarahan.

Mirisnya, usai melampiaskan nafsu bejatnya, Iqbal meninggalkan AS dalam kondisi terikat di dalam hutan lindung Punggur, Kabil. Iqbal juga sempat meminta uang tebusan Rp 1,5 juta dan mengaku sebagai penculik AS.

Rabu (2/12) kemarin, di Lobi Polresta Barelang, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini mengakui perbuataanya dengan santai.

“Saya sakit hati sama ibunya. Ibunya itu pacar saya,” terang Iqbal yang saat itu mengenakan sebo di depan wartawan.

Menurutnya, beberapa bulan terakhir NR sering membuatnya sakit hati. Terutama tentang status hubungan mereka yang tak pernah jelas. Padahal mereka sudah menjalin asmara sejak Februari 2015 lalu.

“Dia itu janda, dan sering buat saya sakit hati. Makanya saya lampiaskan kepada anaknya,” terang Iqbal yang masih terlihat santai.

Namun ketika ditanya apakah tersangka merasa puas setelah merusak masa depan AS yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Iqbal langsung menunduk. Ia terlihat tak santai lagi dan menghela nafas panjang. Apalagi mengetahui hingga kini AS masih mengalami pendarahaan dan trauma akibat perbuatannya.

“Saya menyesal. Tapi semuanya karena ibu AS yang membuat saya sakit hati,” dalih pria ini lagi.

Sementara Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Dasta Analis mengatakan tersangka ditangkap 24 November 2015 lalu setelah adanya laporan dari NR ke Polresta Barelang. Iqbal ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui semua tuduhan terhadap dirinya.

“Tersangka mengakui, kita amankan malam hari setelah ibu korban melapor sore harinya,” ujar Dasta.

Menurut dia, terungkapnya kasus pencabulan itu berawal dari keterangan AS yang mengaku telah digagahi kekasih ibunya. Sebelum mencabuli, Iqbal menculik AS di tempat sekolahnya di daerah Batuampar menggunakan mobil Suzuki Xenia putih sewaan.

Iqbal menjemput AS dan berdalih NR ibu AS tak bisa datang. Sebab NR sedang berada di Botania dan menunggu AS. Karena alasan dan mengenal tersangka AS pun ikut dengan Iqbal. Namun bukannya dibawa ke Botania, AS malah dibawa ke Hutan Pelabuhan Punggur.

“Sesampainya ditepi jalan, tersangka berhenti dan beralasan ingin kencing. Karena takut sendirian di dalam mobil korban minta ikut dengan tersangka,” kata Dasta.

Di dalam hutan, tersangka langsung mengambil tali dan mengikat tangan korban menggunakan tali. Mulut korban juga dibekap dengan kain.

Dalam keadaan terikat, tersangka memperkosa korban hingga mengalami pendarahan.

“Usai melampiaskan nafsu bejatnya tersangka pergi begitu saja meninggalkan korban seorang diri di dalam hutan dengan tangan yang masih terikat. Meski korban menangis, tersangka tak peduli,” jelas Dasta lagi.

Sesampai di Simpang Kabil, tersangka menelpon NR dan mengatakan jika AS diculik. Tersangka juga mengaku jika penculik minta tebusan Rp 1,5 juta.

Setelah menyiapkan uang, tersangka dan NR menuju hutan Punggur dan menjemput AS. Namun saat ke dalam hutan, tersangka pergi sendiri sedangkan NR menunggu di dalam mobil.

“Ketika menjemput korban, tersangka sempat mengancam akan membunuh korban jika menceritakan kejadian kepada ibunya. Namun setelah sampai di rumah, korban menceritakan kejadian kepada ibunya. NR pun membuat laporan dan tersangka kita tangkap malam harinya,” terang Dasta.

Dasta menegaskan jika perbuatan tersangka diancam penjara 15 tahun sesuai dengan pasal 81 ayat 2 UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Sampai saat ini korban trauma dan sempat mengalami pendarahan,” pungkas Dasta. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar