Tambang Pasir Ilegal Dekat Markas Polda Kepri Tetap Beroperasi

276
Pesona Indonesia
Aktifitas penambangan pasir ilegal di kawasan Batu Besar, Nongsa. Foto: Yashinta/ Batam Pos
Aktifitas penambangan pasir di kawasan Batu Besar, Nongsa. Foto: Yashinta/ Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas tambang pasir ilegal di wilayah Nongsa semakin marak dan tak tersentuh oleh pihak yang berwajib. Bahkan, di wilayah ini terdapat tiga titik tambang pasir besar yang letaknya tak jauh dari Markas Polda Kepri.

Tiga lokasi tambang pasir ilegal itu masing-masing di kawasan Merbung, Teluk Mata Ikan, serta Kampung Tengah. Di lokasi itu juga terlihat belasan truk pengangkut pasir yang lalu-lalang.

Akibat aktivitas ini, kawasan Nongsa selalu dipenuhi debu. Selain itu, di lokasi galian ditemukan lubang-lubang besar yang tentunya berbahaya bagi kendaraan maupun anak-anak.

“Siang malam orang penambang pasir itu kerja. Kalau mengganggu, jelas warga sini terganggu,” kata Gani, salah seorang warga Batubesar.

Menurutnya, aktivitas tambang pasir itu sudah berjalan bertahun-tahun. Hingga saat ini, lokasi itu tak pernah dilakukan penindakan, padahal kerusakan yang ditimbulkan semakin parah.

“Lama-lama bisa jadi danau wilayah ini dikeruk terus. Apalagi musim hujan,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Fajri, warga lainnya. Ia mengaku lokasi penambangan yang cukup berdekatan dengan pemukiman warga sangat membahayakan.

“Lihat saja lubangnya sudah seperti jurang. Gimana kalau aktivitas itu tak berhenti? Tentu warga di sini yang takut,” tuturnya.

Ia sendiri berharap pihak yang berwenang bisa bertindak tegas. Padahal aktivitas tersebut tidak pernah mengantongi izin. “Kalau dibiarkan terus bisa tenggelam Nongsa ini,” tutupnya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar