Dapat Laporan Dari Warga, Wawako Langsung Tinjau Lokasi Banjir

305
Pesona Indonesia
Wawako Batam, HM Rudi langsung turun ke Perumahan Centra Melati untuk mencari penyebab banjir. Foto: Ist
Wawako Batam, HM Rudi langsung turun ke Perumahan Centra Melati untuk mencari penyebab banjir.
Foto: Ist

batampos.co.id – Setiap kali turun hujan, warga Perumahan Centra Melati, Batam Centre selalu was-was. Sebab, banjir di perumahan ini bisa mencapai selutut orang dewasa. Warga pun sudah melaporkan masalah tersebut ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Untuk merespon laporan warga tersebut, kemarin (4/12) Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, HM Rudi langsung turun ke perumahan ini untuk mencari penyebab banjir. Rudi datang dengan membawa langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Batam, Yumasnur. ”Kita cari tahu penyebabnya dulu, kita survei pasti kita tindak lanjuti,” kata Rudi.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan, drainase yang ada saat ini tidak berfungsi secara normal dan halaman perumahan itu dinilai memang rendah, sehingga membuat air tergenang.
”Kita rombak drainase yang ada. Namun kita minta persetujuan dari masyarakat karena pembuatan drainase diperkirakan akan terkena pagar milik warga,” terangnya.

Rudi mengatakan, jika dilakukan penimbunan tidak akan menyelesaikan masalah. Menurut dia, selama drainasenya tidak berfungsi peningkatan jalan akan menjadi percuma. “Sebelum dianggarkan, kita minta surat persetujuan dulu. Karena kita tidak ada ganti rugi jika ada pagar yang terkena,” kata dia.

Menurut Sugiono, Ketua RT 1, Perumahaan Centra Melati, memang banjir yang terjadi akhir-akhir ini akibat parit sekitaran perumahaan ini banyak yang mampet. Selain itu juga rendahnya tanah yang ada membuat air tidak mengalir ke tempat rendah.
”Dulu airnya tidak menggenang di sini (Perumahan Centra Melati). Karena ada pembangunan perumahan lain, jadi airnya tidak terhenti,” sebutnya.

Ia menceritakan, beberapa tahun lalu, ada rawa yang jadi tempat penampungan air hujan namun rawa itu sudah ditimbun dan dijadikan perumahan lain.
”Banjir ini membuat wilayah khususnya Blok B (Centra Melati) menjadi kumuh, bau, dan menjadi tempat perkembangan jentik nyamuk,” ungkap Sugiono. (mta/bpos)

Respon Anda?

komentar