30 Titik CCTv Butuh Rp 7 Miliar, Apa Tak Kemahalan?

370
Pesona Indonesia
Ilustrasi CCTV
Ilustrasi CCTV

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana memasang kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTv) di 30 titik di seluruh Batam yang dinilai rawan.

Untuk merealisasikan usulan itu, Pemko mengusulkan anggaran Rp 7 miliar pada Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang kini pembahasannya tengah alot di meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

“Kita tunggu saja pengesahan KUA-PPAS itu,” kata Kepala Badan Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemko Batam, Salim, Sabtu (5/12).

Perkiraannya, satu titik akan dipasang satu atau lebih kamera pengintai, tergantung berapa banyak arah yang gambarnya hendak ditangkap oleh CCTV tersebut.

Sedangkan terkait besaran pengajuan angka yang mencapai sekitar Rp 7 miliar, Salim jelaskan dana itu tak hanya diperuntukkan untuk membeli unit kamera CCTv saja. Melainkan juga, peralatan penopang pemasangan CCTv mulai dari tiang, hingga server dan monitor pengawas yang akan digunakan untuk merekam gambar.

Selain itu, ia juga menyebut angka Rp 2 miliar per tahun dari total anggaran itu yang direncanakan untuk menyewa konektivitas (link) jaringan kabel optik milik provider komunikasi untuk menyambungkan lokasi CCTV dengan server.

“Karena kalau pasang sendiri jalur optik, kalau tak salah biayanya per meter Rp 1,1 juta, kalau dari lokasi pemasangan CCTV itu ke server jauh hingga puluhan kilometer, biayanya jauh lebih tinggi,” kata dia.

Salim juga mengatakan di antara dana itu juga bakal dialokasikan untuk pembuatan Detil Engineering Design (DED). Ia memperkirakan butuh sekitar Rp 200-300 juta.

“Kalau nanti disetujui, kita harapkan DED bisa berlangsung hanya tiga bulan lalu setelah itu bisa pengadaan,” ujarnya.

Sedangkan ntuk titik-titik pemasangan CCTV, kawasan rawan akan diprioritaskan. Dalam pembuatan DED nanti, juga diperlukan masukan-masukan dari instansi terkait seperti DPRD, Kepolisian, dan dinas-dinas lainnya. Salim juga mengatakan pihaknya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) tambahan

“Dari sisi tim IT (Informasi dan teknologi) perlu ditambah. Kalau pengawasan, kita sudah ada Badan Kordinasi Pengamanan,” kata dia. (rna)

Respon Anda?

komentar