Ini Peringatan Buat Orangtua: Anak Melanggar Lalulintas Tetap Ditilang

231
Pesona Indonesia
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan SIM di acara launching layanan SIM Online Ditlantas Polda Kepri di Dataran Engku Putri Batamcenter, Minggu (6/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan SIM di acara launching layanan SIM Online Ditlantas Polda Kepri di Dataran Engku Putri Batamcenter, Minggu (6/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Orangtua yang memberikan fasilitas kendaraan bermotor pada anaknya, sementara anak-anak tersebut belum layak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), akan tetap ditindak saat terjaring razia.

“Jangan anggap kami mencari-cari kesalahan, kami hanya menegakkan aturan, mengecek kelengkapan dokumen, terutama kelayakan mereka berkendaraan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Andar di Batam Centre.

Menurut dia, kadang masyarakat tak begitu paham apa fungsi dari SIM. Banyak dari masyarakat yang mengangap SIM sebagai formalitas dalam membawa kendaraan. Padahal seyokyanya SIM menentukan seseorang layak dan cukup umur dalam berkendaraan.

“Kesadaran dari orang tua masih sangat rendah. Mereka yang memberi fasilitas anak untuk membawa kendaraan, namun orangtua tak mungkin kami beri sanksi karena UU mensyaratkan si pemakai, ya si anak meski masih di bawah umur,” tegas Andar.

Masih kata Andar, pihaknya tak segan-segan memberi sanksi kepada pelajar atau remaja yang berkendaraan tanpa dokumen. Sanksi itu bisa dalam bentuk tilang dan mereka wajib mengikuti sidang tipiring usai ditilang.

“Namun, kita harap para orang tua bisa lebih paham terhadap keselamatan anak. Mengantar dan menjemput anak bisa jadi upaya untuk mendekatkan diri dengan anak,” ujar Andar.

Setiap bulannya, lanjut Andar. Ada sekitar 2000 berkas yang masuk ke Satlantas Polresta Barelang dalam penggurusan SIM. Baik itu berupa perpanjangan atau pembuatan SIM baru.

“Tapi masih banyak warga yang berkendaraan tak memiliki SIM,” tegas Andar. (She)

Respon Anda?

komentar