Jika Sudah Ada Niat Berbisnis, Mulailah! Jika Gagal, Bangkitlah!

352
Pesona Indonesia
Mantan Mentri BUMN Dahlan Iskan menyerahkan piala kepada pemenang Al-Ahmadi Award katagori UKM Agri Inovatif pada acara puncak acara Al Ahmadi Award 2015 se-Sumatera di Hotel Harmoni One Batamcenter, Minggu (6/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Mantan Mentri BUMN Dahlan Iskan menyerahkan piala kepada pemenang Al-Ahmadi Award katagori UKM Agri Inovatif pada acara puncak acara Al Ahmadi Award 2015 se-Sumatera di Hotel Harmoni One Batamcenter, Minggu (6/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tidak perlu menunggu modal untuk memulai bisnis. Kalau sudah ada niat, mulailah segera. Syarat untuk sukses berbisnis adalah: pernah ditipu dan bangkit lagi setiap kali bangkrut.

“Orang-orang yang mempersoalkan modal itu pada dasarnya tidak mau berbisnis,” kata Dahlan Iskan (DI) dalam perhelatan Al Ahmadi Award se-Sumatera 2015 di Hotel Harmoni One, Sabtu (6/12).

Pria yang sukses dengan bisnis media itu membakar semangat berwirausaha semua peserta dan tamu undangan. Ia mengatakan, mereka yang mengatakan ‘tunggu modal dulu’ ketika ditanyai kapan berbisnis, sebenarnya malu mengakui tak ingin berbisnis. Keterbatasan modal, dengan demikian, dijadikan kambing hitam.

“Di forum ini, saya yakin, banyak yang tak pakai modal. Hanya 30 persen saja yang pakai,” ujar CEO Pertama Jawa Pos Group itu lagi.

Modal para pebisnis itu sebenarnya bukanlah uang. Melainkan kepercayaan. Mereka yang ingin menjadi entrepreneur harus dapat merebut kepercayaan orang.

Menurut mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, kepercayaan muncul dalam tingkatan-tingkatan tertentu. Pebisnis pemula setidaknya, harus melampaui dua tingkat kepercayaan.

Tingkat pertama, kepercayaan untuk mau bekerja. Misalnya, kepercayaan dari produsen barang yang hendak dijual. Ketika si pebisnis pemula datang, si produsen tentu akan bertanya-tanya, ‘orang ini mau bekerja atau tidak?’

“Anda harus bisa menunjukkan kalau Anda mau bekerja,” ujarnya lagi.

Setelah produsen mendapat bukti si pebisnis pemula mau bekerja, itu tanda pebisnis pemula itu naik tingkat. Ia pun dihadapkan pada kepercayaan tingkat kedua. Yakni, kepercayaan untuk bisa bekerja.

Belum tentu si pebisnis pemula bisa melampaui kepercayaan tingkat kedua ini. Sebab, ini sangat berhubungan dengan skill. Namun, jika dari awalnya tidak bisa namun karena mau berusaha dan akhirnya bisa bekerja, itu tanda ia naik tingkat lagi.

“Lalu naik dan naik lagi ke tingkat selanjutnya sampai ke kepercayaan tertinggi. Sampai orang percaya pada Anda untuk menitipkan modal. Jadi jangan bicara modal dulu,” tuturnya lagi.

Mantan Bos PLN (Persero) ini tengah aktif mengampanyekan gerakan entrepreneurship. Ia sering berkeliling kampus untuk membuka mata para mahasiswa tentang entrepreneurship. Ia lebih fokus pada generasi muda.

Para generasi muda ini, katanya, generasi yang akan berjaya di masa depan. Sebab, ketika bisnis telah dimulai sejak muda, kematangan akan didapat ketika ia dewasa. Saat itulah ia akan berpengaruh untuk bangsa dan negara.

“Anda harus banyak-banyak tertipu untuk kemudian bisa maju. Kalau umur Anda sekarang 22 tahun dan Anda tertipu selama lima tahun, Anda masih berumur 27 tahun ketika Anda matang untuk berbisnis,” ujarnya.

Bisnis atau berusaha merupakan jalan yang terbaik untuk menjadi kaya. Ia mencontohkan Nabi Muhammad SAW. Nabi umat muslim itu memberikan mahar seratus ekor unta merah saat menikahi Siti Khadijah. Unta, pada zaman itu, sudah termasuk hewan yang paling mahal. Apalagi jenis unta merah yang jarang ditemui di pasaran.

“Kalau sekarang, maharnya itu bisa disamakan dengan seratus Ferrari,” tuturnya lagi.

Darimana Nabi bisa memberikan mahar sebesar itu? Jawabannya mudah: dari berdagang. Sebab, pekerjaan Nabi saat itu hanya berdagang. Ini menunjukkan, berdagang bisa membuat orang kaya raya.

Namun, pada kenyataannya, menjadi pedagang tidaklah mudah. Banyak cobaan yang harus dilalui. Dalam kesempatan tanya-jawab dengan para peserta Al Ahmadi Award maupun tamu undangan, Dahlan mendapat banyak pertanyaan tentang cobaan.

Ada mahasiswa pebisnis hewan peliharaan yang tertipu ratusan ribu lantaran pembayaran jual-beli burung yang tak tuntas. Ada juga bos es puter yang difitnah, produknya menggunakan lemak babi. Sampai pada seorang ibu yang memiliki hobi berdagang namun selalu mendapat cemoohan. Hanya karena ia memiliki tiga anak yang terbilang masih kecil.

“Cerita bisnis tadi banyak yang mengharukan. Tapi begitulah. Kalau mau sukses memang harus mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Intinya adalah tidak jera.Mereka yang tertipu, tidak akan jera tertipu. Mereka yang difitnah, tidak jera difitnah. Mereka yang dicemooh, tak mengambil pusing cemoohan itu.

Mereka akan tetap berusaha di tengah tipuan, fitnah, atau cemoohan. Mereka akan bangkit setiap kali jatuh. Itulah yang dinamakan dengan fokus. Dan dalam hal fokus ini, Dahlan Iskan meminta para pebisnis menjauhi praktik politik.

Sebab politik hanya akan merusak rencana bisnis. Misalnya saja ada orang yang mau memberi modal asal menjadi tim sukses seorang calon kepala daerah. Lalu pebisnis itu menyanggupi. Ia pun mendapat uang dan uang itu digunakan sebagai modal.

“Kalau mau berbisnis itu fokus. Jangan berpolitik dulu,” pungkas pria kelahiran 17 Agustus 1951 itu.  (ceu/bpos)

Baca Juga: Inilah Pemenang Al Ahmadi Award 2015

Respon Anda?

komentar