Berangkatkan TKW Bermodal Paspor, Dua Orang Ini Disidang

239
Pesona Indonesia
Iwan Purnama Sidiq dan Marliano Mailoa saat menjalani sidang di PN Batam, Senin (7/12). Foto: anggie/batampos
Iwan Purnama Sidiq dan Marliano Mailoa saat menjalani sidang di PN Batam, Senin (7/12). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Kasus trafficking kembali diangkat di persidangan, Senin (7/12) di Pengadilan Negeri Batam. Kali ini yang menjadi terdakwa adalah Iwan Purnama Sidiq dan Marliano Mailoa.

Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi itu, menghadirkan saksi dari resepsionis hotel Sekawan Nagoya, dan dua orang supir antar jemput.

Bukan untuk yang pertama kalinya kedua terdakwa membawa Tenaga Kerja Wanita (TKW) secara ilegal karena bukan dari perusahaan penyalur resmi, melainkan melalui perorangan yang membantu mencari kerja di Malaysia. TKW tersebut untuk diberangkatkan ke Malaysia menjadi Pembantu Rumah Tangga (PRT).

Saksi dari hotel Sekawan mengatakan, terdakwa Iwan sudah beberapa kali memesan kamar di hotel Sekawan itu untuk menginapkan para TKW yang ia bawa dari jakarta.

“Terakhir ini dia pesan 14 kamar yang harga Rp 170 ribu permalam, sebelumnya pernah 6 kamar, pernah juga 2 kamar. Kamar itu untuk para TKW nya yang Mulia,” ujarnya.

Sementara dua saksi sopir menjelaskan bahwa mereka sudah menjadi langganan terdakwa untuk antar jemput dari bandara ke penginapan dan juga ke pelabuhan Batamcenter. “Sudah sering juga Yang Mulia terdakwa pakai jasa kami untuk antar jemput bawa TKW nya, jadi udah seperti langganan,” terang saksi sopir.

Diketahui, saat penangkapan terjadi di pelabuhan Batamcenter Agustus lalu. Terdakwa membawa 26 TKW dari Jakarta. Dari BAP saksi-saksi korban yang juga dibacakan oleh JPU Zia di persidangan saat itu (karena saksi telah dipulangkan ke kota asalnya) mengaku ditawarkan oleh Herman (DPO) sebagai PRT di luar negeri.

“Korban hanya diminta menyerahkan dokumen berupa paspor saja, dan mereka bisa berangkat langsung,” kata Zia membacakan BAP saksi korban.

Dari pengakuan terdakwa, mereka tidak mengetahui masalah legalitas. “Saya hanya suruhan Herman untuk menyeberangkan para TKW ke Malaysia Yang Mulia, jadi saya tidak ngerti masalah izin-izin. Yang jelas saya hanya dititipkan pasport dan tiket untuk berangkatkan TKW ke MAlaysia,” papar terdakwa Iwan.

Sedangkan Marliano lebih kepada membantu terdakwa Iwan seperti membeli makanan untuk para TKW. “Marliano hanya mendampingi saya Yang Mulia,” tambahnya lagi.

Majelis Hakim yang dipimpin Syahrial dan didampingi dua hakim anggota kemudian melanjutkan sidang untuk dua terdakwa dengan agenda tuntutan pekan depan, Senin (14/12). (cr15)

Respon Anda?

komentar