Disdik Batam Butuh Tambahan 1.618 Guru

352
Pesona Indonesia
Honorer K2 saat menggelar aksi unjuk rasa meminta diangkat menjadi PNS. Foto: dok.JPNN
Honorer K2 saat menggelar aksi unjuk rasa meminta diangkat menjadi PNS. Foto: dok.JPNN

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengeluhkan kurangnya pengajar. Tahun ini setidaknya dibutuhkan sekitar 1.618 guru untuk ditempatkan di semua tingkatan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saat ini kita dibantu 1.930 tenaga honor, 312 diantaranya sudah diangkat menjadi PNS.  Tenaga honor dikurangi yang sudah masuk PNS (1.618), itulah kebutuhan kita,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Muslim Bidin.

Jumlah kebutuhan tersebut, lanjut Muslim, akan diusulkan di formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2016 mendatang. “Kita analisisi dulu, setelah itu akan kita usulkan,” beber Muslim Bidin.

Muslim mengatakan, keberadaan tenaga honorer sangat membantu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Keberadaannya ditanggung APBD Kota Batam. “Gajinya disesuiakan dengan UMK (Upah Minimum Kota) Batam,” ungkapnya.

Hanya sebagian kecil, sekitar 200 lebih yang diambil dari Biaya Operasional Sekolah (BOS). “Karena belum teranggarkan di APBD,” tuturnya lagi.

Karena 312 tenaga honor sudah diangkat dari PNS,  ada sisa anggaran yang bisa dialokasikan ke guru honorer yang masih ditanggung dari dana BOS. “Nanti seluruhnya sudah masuk di APBD,” ungkapnya.

Berbeda dengan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Meski kekurangan guru, dia malah meminta Disdik tidak menambah tenaga pengajar. Alasannya, guru yang ada saat ini saja belum sejahtera.

“Masih banyak guru yang berstus honorer digaji Rp 500 ribu perbulan, dibawah upah Minimum Kota (UMK) Batam,” katanya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam ini menilai kualitas pendidikan minta ditingkatkan, namun disi lain kesejahteraannya tidak diperhatikan.

Hal tersebut lanjut Udin diketahuinya dari laporan guru yang bersangkutan. “Ini gurunya langsung yang ngomong, ini sangat miris,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Karenanya, Udin mempertanyakan anggaran yang digelontorkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. “Uangnya lari kemana, itu yang kita permaslahkan,” ungkap Udin.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari mengatakan anggaran yang digelontorkan ke Disdik datang dari berbagi sumber. Bukan hanya APBD Kota Batam saja, Pemerintah Provinsi bahkan Pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran.

“Bukan double lagi penganggarannya, lebih dari double,” ungkap Ricky.

Banyaknya anggaran, Disdik harusnya bisa meningkatkan kualitas pendidikan maupun kesejahteraan guru, minimal sesui dengan UMK Kota Batam. (hgt)

Respon Anda?

komentar