Hitam Putih Hidup Peceng, Pembakar Bos Angkringan Pak Raden

403
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Penceng, pelaku pembakaran Rosna Supriati, 50, pemilik angkringan Pak Raden di Mega Legenda Batamkota, Sabtu (5/12) lalu masih buron.

Namun ada cerita lain di luar aksi brutalnya itu. Peceng juga diketahui warga punya sikap solidaritas yang tinggi. Ia pernah diminta warga pemilik ruko sebagai mediator untuk menyelesaikan kasus iuran sampah dengan perangkat RT/RW.

“Awalnya perangkat RT dan RW mengeluarkan surat edaran, yang isinya pemilik ruko yang tidak mau membayar sampah akan diusir. Kan lucu kita yang membeli ruko tapi diusir hanya karena tak bayar biaya sampah,” kata Nono, salah seorang pemilik ruko.

Nah, Peceng yang kebetulan istrinya juga pemilik salah satu ruko diminta untuk memediasi dengan perangkat RT/RW dalam hal ini Rosna.

Setelah beberapa kali mediasi, belum ada kata sepakat, hingga akhirnya kejadiaan naas itupun tidak terelakan lagi.

“Setahu saya, dia (Penceng-red) orangnya baik. Makanya kami percaya dia sebagai mediator,” katanya.

Pemilik ruko lainnya juga mengaku tidak mempermasalahkan terkait surat edaran biaya sampah tersebut. Namun karena tidak adanya transparansi penggunaan dana tersebut membuat warga pemilik ruko enggan membayar retribusi sampah.

“Sudah setahun gak bayar iuran, dan baru bulan kemarin keluar surat edarannya. Memang di surat tersebut tidak ada tanda tangan RT/RW, namun namanya ada. Untuk iurannya, kami diwajibkan bayar Rp 250 ribu per bulan. Ada 200 ruko di sini,” cerita pemilik ruko lainnya.

Namun begitu, mereka juga tidak membenarkan aksi anarkis yang telah dilakukan Peceng. “Apa itu masalah pribadi atau bukan, kami tidak tahu. Yang jelas warga di sini memang pernah meminta Peceng untuk bernegosiasi dengan korban,” pungkasnya. (rng)

Baca Juga: Pembakar Bos Angkringan Pak Raden Belum Juga Tertangkap

Respon Anda?

komentar