Ini Alasan Warga Batam Suka Buang Sampah Sembarangan

367
Pesona Indonesia
Tumpukan sampah yang belum terangkut  di tepi  jalan Laksamana Baintan Sei Panas, Minggu (6/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Tumpukan sampah yang belum terangkut di tepi jalan Laksamana Baintan Sei Panas, Minggu (6/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS )di Batam dinilai masih kurang. Kondisi inilah yang memaksa warga masih banyak membuang sampah sembarangan. Akibatnya, sampah menumpuk dan bau busuk masih menjadi pemandangan biasa di Batam.

Sejumlah warga mengeluhkan keterbatasan tempat pembuangan sampah ini. Seperti yang diutarakan Rahma, warga Marina, Sekupang yang mengaku nekat membuang sampah di pinggir jalan lantaran, tempat pembuangan sampah disana beralih fungsi menjadi taman.

“Kalau TPSnya ada di Batuaji. Jauh kali kesana kalau hanya buang sampah,” kata Rahma.

Kondisi serupa juga terjadi di perumahan Rici, Batuaji. Lantaran kurangnya lokasi tempat pembuangan sampah memaksa warga membuang sampah di pinggir jalan. Sampah yang telah dibungkus oleh plastik dibuang berjejeran di sepanjang jalan ini.

“Sudah beberapa kali kita meminta untuk disediakan tempat pembuangan sampah disini. Namun hingga kini masih belum terwujud,” ujar Herman Siahaan, salah seorang warga perumahan Rici kepada Batam Pos, Senin (7/12).

Sampah-sampah yang ditumpuk ini nantinya yang akan menibulkan masalah baru. Apalagi saat musim hujan saat ini, sampah akan sangat cepat membusuk dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. “Kami juga bingung mau buang sampah kemana,” paparnya.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam, Yudi Admaji mengatakan pihaknya kesulitan mencari lokasi untuk TPS permanen. Selama itu, masyarakat di sekitar lokasi TPS selalu protes, meskipun lahan tersebut milik pemerintah.

“Banyak penolakan dari masyarakat sekitar. Padahal lahan itu milik pemerintah,” kata Yudi.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada TPS di Batam yang bersatatus tetap (permanen). Ke depannya, DKP akan terlebih dulu mengajukan lokasi yang hendak dijadikan TPS ke Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemegang alokasi lahan.

“Ada beberapa lokasi TPS yang sekarang sudah jadi pertokoan. Salah satunya di Batuaji, dahulu disana tempat pembuangan sampah. Namun sekarang warga meminta memindahkan TPS. Sementara kita tidak tahu mana lahan yang kosong,” ujarnya. (rng)

Baca Juga: Pengelolaan Sampah Belum Ditender, Batam Bakal Jadi Kota Bau Sampah

Respon Anda?

komentar