Telusuri Pencatutan Nama Presiden, Kejagung Kembali Periksa Menteri ESDM

239
Pesona Indonesia
Menteri ESDM Sudirman Said di KPK, Jumat (13/11).  Foto: Ricardo/JPNN.Com
Menteri ESDM Sudirman Said di KPK, Jumat (13/11).
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melanjutkan penyelidikan kasus dugaan pencatutan nama yang mengarah pada pemufakatan jahat untuk melakukan korupsi. Kemarin (7/12) Menteri ESDM Sudirman Said diperiksa terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Marah Besar

Sudirman Said yang datang sekitar pukul 08.00, memastikan menyampaikan berbagai hal pokok terkait kasus pencatutan nama tersebut.

“Saya jelaskan soal isi rekaman, bagaimana kecocokan transkip, serta soal pertemuan Novanto,” paparnya.

Penjelasan terkait kasus pencatutan nama pada Kejagung baru sebagian, Said mengaku belum bisa menjelaskan lebih mendetil pada penyidik Kejagung karena adanya agenda.

Di bagian lain, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan. Menurut dia, Kejagung sedang mengkaji kemungkinan memanggil siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut, termasuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan.

“Kami kaji pemanggilannya, tapi belum sekarang,” ujarnya.

Namun, yang perlu ditegaskan adalah Kejagung hingga saat ini belum menentukan tersangka dalam kasus tersebut. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk ditentukan apakah ada pidana atau tidak.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap Sudirman akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Sebab, masih banyak hal yang perlu untuk diketahui penyidik.

“Pemeriksaan masih belum selesai, nanti akan dilanjutkan,” tutur mantan Jaksa Agung Muda Intelijen tersebut. (jpgrup)

Berita Terkait: Papa Novanto Taklukkan MKD, Tapi Akui Betemu Bos Freeport

Respon Anda?

komentar