Ayah Kalah di Lokalisasi Sintai

629
Pesona Indonesia
Warga Telukpandan (Sintai) Tanjunguncang, Batuaji  ramai-ramai menuju TPS 34 untuk menggunakan hak suaranya, Rabu (9/12).  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Telukpandan (Sintai) Tanjunguncang, Batuaji ramai-ramai menuju TPS 34 untuk menggunakan hak suaranya, Rabu (9/12).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 134 pemilih dari 292 Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah satu yang memakai KTP ikut serta memilih dalam Pilkada serentak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 34 di lokalisasi Teluk Pandan (Sintai) Tanjunguncang, Selasa (9/12) siang.

“Yang ikut memilih ada 135 orang, 134 orang yang dari DPT dan satu lagi yang pakai bawa KTP,” kata ketua TPS 34, La Ode Pelita.

Menurutnya, jumlah surat suara untuk TPS 34 sendiri sebanyak 300 surat suara, otomatis yang tidak terpakai yakni 165 surat suara dan selanjutnya akan dikembalikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

“Semua (logistik) akan dikembalikan, termasuk surat suara,” katanya.

Menurutnya pemilihan kali ini, calon pemilih yang tidak mendapat undangan akan diperbolehkan memilih jika alamat TPS sesuai dengan KTP yang dimiliki calon pemilih. “Gak bisa pakai ktp lain, harus KTP sini,” katanya lagi.

Maka dari itu banyak warga yang tidak bisa ikut memilih karena terkendala KTP dan jika harus diurus memerlukan waktu yang lama. “Ada yang gak mau ribet,” ucapnya.

Sementara itu ketua RT 01 RW 014, Irwan Mahdi mengatakan jumlah pemilih atau DPT di tempatnya tersebut sangat jauh dengan jumlah warga yang menembus angka 528 orang. “Yang terdata akhir bulan November segitu,” katanya.

Dia mengaku jumlah tersebut sudah di sampaikannya ke petugas agar selanjutnya data pemilih dapat diperbaharui, namun tak kunjung diperbaharui. “Sudah sejak lama kami sampaikan,” ucapnya.

Irwan mengatakan partisipasi pemilih lebih sedikit dari jumlah DPT lantaran banyak warga yang pindah dan tidak menginformasikan ke pihak RT. “Banyak yang pindah, pulang kampung,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, walau pemilih terbilang sedikit dan seharusnya bisa lebih cepat. Proses pemilihan molor lantaran pihak panitia menunggu warga yang akan melakukan pemilihan. “Telat bangun, semalam banyak tamu jam empat baru tidur,” kata salah seorang warga, Yanti.

Dara 24 salah seorang penghuni di Sintai mengaku bersemangat mengikuti pemilihan lantaran dia menyakini calon pilihannya dapat membangun daerah. “Gak mau golput, pengen coblos,” tuturnya.

Sementara warga lain, Teti Suneti tidak dapat menggunakan hak suaranya karena KTP yang dia gunakan masih KTP daerah asalnya. “Kecewa mau nyoblos gak bisa karena KTP kampung, pulang ajalah,” ujar wanita 23 tahun ini.

Adapun hasil perhitungan suara dalam TPS tersebut untuk Pemilihan Gubernur pasangan nomor urut 2 Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) unggul dengan jumlah suara 101 suara sementara pasangan nomor urut 1 Muhammad Sani-Nurdin Basirun (Sanur) meraih suara sebanyak 28 suara, sebanyak 6 suara tidak sah. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar