Terdakwa Korupsi Kebun Raya Batam Kembalikan Kerugian Negara Rp 2, 742 Miliar

550
Pesona Indonesia
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12). F.Yusnadi/Batam Pos
Aspidsus Kejati Kepri Rahmat (2 dari kanan) memperlihatkan uang pengembalian korupsi Pembangunan Kebun Raya Batam di Kejati Kepri, Selasa (8/12). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa kasus korupsi, Yusirwan, Direktur PT Asfri Putra Rora, yang meminjam bendera PT Arah Pemalang untuk proyek pembangunan Kebun Raya Batam, mengembalikan kerugian negara senilai Rp 2,742 miliar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Pengembalian uang tersebut disampaikan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (7/12), yang selanjutnya dititipkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Setiawan yang juga Kepala Seksi Penuntutan Kejati Kepri.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Rahmat mengatakan dengan dikembalikannya uang kerugian negara dari terdakwa Yusirwan, pihaknya akan segera memasukan uang tersebut ke kas negara melalui bank yang ditunjuk.

“Total uang kerugian negara dari kasus korupsi KRB yang kami terima Rp 3,102 miliar dan kami titipkan di bank BRI. Uang itu kami terima dari dua terdakwa yakni M Zaini Yahya yang sebelumnya mengembalikan uang senilai Rp 360 juta ditambah dengan Yusirwan senilai Rp 2,742 miliar,'” ujar Rahmat, saat menggelar ekspose pengembalian uang di Kantor Kejati Kepri, Selasa (8/12).

Dikatakan Rahmat, dengan telah dikembalikan kerugian negara dengan total Rp 3,102 miliar, maka berarti kerugian negara dalam proyek pembangunan KRB tersebut telah sepenuhanya kembali ke negara.

“Memang sesuai dengan hasi audit BPKP kerugian negara yang ditemukan sebesar Rp 6, 947 miliar. Namun, dalam persidangan terdakwa telah memberikan uang garansi senilai Rp 1,3 miliar. Belum termasuk dengan pajak pertambahan hasil (PPH) senilai Rp 559 juta dan juga keuntungan dari pengerjaan proyek sebesar 10 persen,” kata Rahmat.

Dilanjutkannya, jika ditotal Rp 3,102 miliar ditambah dengan uang garansi dan juga keuntungan dari proyek tersebut dengan nilai sekitar Rp 1,925 miliar, maka kerugian negara sudah seutuhnya dikembalikan ke negara.

“Dari total kerugian negara di kurangi dari pengembalian dan juga uang jaminan, keuntungan dan pajak. Seluruhnya uang negara sudah diselamatkan,” ucap Rahmat.

Disebutkan Rahmat, dengan telah dilakukan pengembalian, pihaknya sebelum penuntutan akan melakukan petimbangan dalam menuntut sesuai fakta dan bukti-bukti dalam persidangan serta keterangan ahli dan juga saksi-saksi serta suplemen data.

“Hasil finalnya yakni bagaimana keputusan hakim. Harapan kami hakim bisa sependapat dengan tuntutan kami nantinya,” ucap Rahmat. (Cr10/bpos)

Respon Anda?

komentar