Ternyata Jamilah Sudah 5 Kali Buat Laporan ke Polisi

229
Pesona Indonesia
Jamilah saat diobati tim dokter kepolisian di Mapolresta Barelang, Selasa (8/12).  Foto: Yashinta/Batampos
Jamilah saat diobati tim dokter kepolisian di Mapolresta Barelang, Selasa (8/12).
Foto: Yashinta/Batampos

batampos.co.id – Jamilah, korban penganiayaan oleh empat orang di kebun miliknya daerah Nongsa ternyata sudah lima kali membuat laporan ke polisi. Namun, empat dari lima laporannya tak ditanggapi polisi, hingga akhirnya ia datang ke Polresta Barelang dengan kondisi babak belur.

“Sudah empat kali buat laporan. Ini yang kelima,” kata Jamilah.

Jamilah mengaku, laporan pertama terjadi pada tahun 2011 lalu atas kasus penyerobotan kebun miliknya, kemudian tiga laporan terjadi di tahun 2015. Dimana, pelapor yang berinisial Ms tak hanya menyerobot lahan miliknya, namun juga menganiaya dia dan suaminya Abdul Rahman.

“Namun laporan kami tak pernah ditindaklanjuti. Padahal ini sudah mengancam nyawa kami. Kami yang punya lahan, tapi kami selalu diganggu. Kalau bukan ke polisi, kami mau buat laporan kemana,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta Ilafi membenarkan laporan sudah masuk ke Polresta Barelang. Saat ini, anggotanya sudah turun ke TKP untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca juga: Wanita 58 Tahun Ini Berlumuran Darah Dihajar Empat Orang

“Laporanya sudah kita terima. Kita sudah tindak lanjuti kasus ini. Sudah ada anggota yang kita suruh menangani kasus ini,” ujar Yoga saat ditemui di Polresta Barelang, kemarin siang.

Diketahui Jamilah, babak belur dihajar empat orang petani di kebun miliknya daerah Nongsa, kemarin sekitar pukul 09.30 WIB. Kepala nenek berusia 58 tahun ini pun bocor serta mengalami luka di wajah dan tubuhnya. Didampingi Abdul Rahman, suaminya, Jamillah melapor ke Polresta Barelang. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar