Dishub Nombok Rp 3 Miliar Lebih Untuk Operasional Trans Batam

251
Pesona Indonesia
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejak beroperasi 2013 lalu, bus trans Batam terus menombok. Diperkirakan tahun ini bus yang dikelola Dinas Perhubungan tersebut nombok lebih dari Rp 3 Miliar. Di mana biaya operasional untuk semua bus trans Batam lebih dari Rp 6 miliar, sedangkan target penerimaan dari penjualan tiket hanya Rp 2,6 Miliar.

“Kalau dibilang rugi sih tidak rugi. Karena memang ini kan namanya pelayanan kepada masyarakat. Bukan untuk mencari untung. Tetapi memang sangat jauh biaya operasional dibanding penerimaan,” kata Madian, kepala UPT Trans Batam.

Menurut Madian, ada tiga koridor saat ini yang sudah jalan. Di mana setiap koridor, biaya operasionalnya lebih dari Rp 2 Miliar.  “Jadi lebih dari Rp 6 miliar untuk operasional. Setiap koridor memang lebih dari Rp 2 Miliar biayanya. Tetapi kita bukan busines oriented,” katanya.

Tarif ongkos dari trans Batam juga sangat jauh lebih murah dibanding dengan angkutan umum lainnya. Di mana untuk pelajar hanya Rp 2 ribu dan untuk penumpang dewasa adalah Rp 4 ribu.

Saat ini ada sekitar 22 trans Batam yang sudah beroperasi di tiga trayek tersebut. Di mana tahun depan semuanya akan diganti dengan bus yang baru dann ukurannya lebih besar. Mengingat saat ini ada sekitar 15 bus trans Batam yang didapat dari BPJS Ketenagakerjaan. Belum lagi hibah dari kementerian perhubungan.

“Tahun depan akan baru semua. Kita memang mendorong agar Batam ini bisa memiliki angkutan massal yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” katanya.

Werton P, anggota komisi III mengatakan bahwa memang tidak dimungkinkan dinas perhubungan untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Di mana tarif yang dikenakan untuk penumpang memang jauh dari standar. Di mana pelayanan adalah tujuan utama.

“Kalau itu sih tidak persoalan. Memang bukan untuk mendapat keuntungan. Tetapi kalau bisa operasionalnya bisa ditekan sebaik mungkin. Dan pemumpang harus terus bertambah,” katanya.

Menurutnya, jika dibuat seaman dan senyaman mungkin, maka akan semakin banyak warga yang menggunakan jasa transportasi tersebut. Artinya selisih antara biaya operasional dan penerimaan dari tarif bisa semakin kecil.

“Intinya adalah pelayanan harus ditingkatkan. Harus dibuat seaman dan senyaman mungkin,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar