Saksi Soerya-Ansar Walk Out, Pleno di PPK Tetap Sah

336
Pesona Indonesia
Panitia Pemilihan Kecamatan melakukan rapat pleno rekapitulasi surat suara pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Kepri dan Calon Walikota-Wakil Walikota Batam di kantor Kecamatan Batam Kota, Kamis (/12. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Panitia Pemilihan Kecamatan melakukan rapat pleno rekapitulasi surat suara pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Kepri dan Calon Walikota-Wakil Walikota Batam di kantor Kecamatan Batam Kota, Kamis (/12. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Proses rekapitulasi suara Pilgub Kepri di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Batam sudah dimulai sejak Kamis (10/12). Namun proses ini diwarnai aksi walk out oleh saksi dari pasangan nomor urut 2, Soerya Respationo-Ansar Ahmad.

Seperti yang terjadi di PPK Batuampar, kemarin. Seluruh saksi pasangan calon nomor urut dua memilih meninggalkan ruang PPK karena menuding ada pelanggaran pilkada di TPS Batumerah, Batuampar. Dugaan pelanggaran itu adanya atribut pasangan nomor urut 1 di TPS tersebut.

“Mereka komplain ke Panwaslu dan kemudian ke PPK atas kejadian tersebut,” kata Ketua PPK Batuampar, Sudarmadi.

Meski seluruh saksi nomor urut 2 meninggalkan ruangan, proses rekapitulasi suara di PPK Batuampar tetap dilanjutkan. Kegiatan itu berjalan lancar dengan pengamanan aparat polisi, TNI, dan Satpol PP.

Atas laporan itu, Madi bersama Panwaslu langsung mengecek ke TPS Batumerah. Namun di sana, pihaknya tak menemukan dugaan pelanggaran seperti yang dikeluhkan saksi calon urut 2.

“Kami sudah kroscek, tapi tak menemukan apa-apa,” ujarnya.

Menurut dia, harusnya para saksi membuat keberatan di tingkat TPS yang kemudian akan ditindaklanjuti ke Panwaslu. Namun hal itu tidak dilakukan para saksi dan justru memilih walk out saat sudah proses rekapitulasi di PPS berjalan.

“Tadi sebelum mereka keluar dari sidang pleno, kita minta untuk membuat surat keberatan di tingkat PPK dan itu dilakukan saksi. Tapi mereka tetap tak ikut sidang pleno,” jelas Madi.

Kata Madi, tingkat partisipasi pemilih di wilayah Batuampar tergolong rendah. Antara 40 hingga 60 persen.

“Seperti di beberapa TPS di Jodoh yang data pemilih ada 400 orang, namun yang datang hanya 100,” sebut Madi.

Menanggapi aksi walk out saksi nomor 2 ini, Ketua KPU Kota Batam Agus Setiawan menegaskan hal ini tak akan mempengaruhi proses dan hasil pleno di PPK. “Mau tak ada calon satupun, rapat tetap berjalan,” kata Agus.

Bahkan jika seluruh saksi dari semua pasangan calon tak hadir sekalipun, sidang pleno tetap bisa dilaksanakan. Kata dia, sidang pleno itu hanya wajib dihadiri PPK dan Panwas saja.
(she/ska/opi/cr13/cr16/cr17/cr18)

Baca Juga:
> Hasil Hitung KPU Jumat Pukul 06.15: Sani-Nurdin Tak Terkejar
> Khawatir Suara Digembosi, Sani-Nurdin Kerahkan 1.650 Relawan Kawal Penghitungan di PPK

Respon Anda?

komentar