Nyoblos Ulang TPS 2 Tiban Lama, Warga Tetap Malas

310
Pesona Indonesia
Warga yang berada di Kelurahan Kibing Batuaji, khususnya yang berada di TPS 19 melakukan pencoblosan ulang karena di TPS 19 oni terjadi penggelembungan surat suara, Sabtu (12/12). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Warga yang berada di Kelurahan Kibing Batuaji, khususnya yang berada di TPS 19 melakukan pencoblosan ulang karena di TPS 19 oni terjadi penggelembungan surat suara, Sabtu (12/12). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Baru kali ini terjadi, KPPS mendatangi warganya agar menggunakan hak pilihnya. Dengan membawa logistik pemilu, KPPS beserta dengan anggotanya mengetuk satu persatu pintu rumah warga di TPS 2, Tibanlama, Sabtu (12/12).

Kedatangan KPPS ini, juga dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Terlihat ada petugas KPPS yang membawa surat suara, ada yang bawa tinta, lalu juga logistik pemilu lainnya.

Kejadian ini berlangsung, akibat tak banyaknya warga yang mendatangi TPS. Untuk melaksanakan pemilihan suara ulang (PSU). Dari 292 pemilih yang ada di daerah itu, hanya segelintir warga yang mendatangi TPS.

“PSU ini kami laksanakan akibat, adanya empat orang yang mencoblos, tapi dengan menggunakan hak orang lain,” kata Bawaslu Kepri, Razaki Persada saat turun melihat pencoblosan ulang ini pada Sabtu (12/12) di Tibanlama.

Ia mengatakan pemilihan ulang ini dilaksanakan,atas dasar dari arahan panwascam. Selain PSU ini juga sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 1 dan 8 tahun 2015 mengenai peraturan KPU.

Namun pemilihan ulang ini, membuat warga menjadi malas datang. Walau sudah didatangi, mereka memilih untuk tak menggunakan hak mereka.

Hal itu dibenarkan oleh Razaki. Ia menuturkan juga saat disebarkan undangan pemilihan lagi, warga lebih memilih untuk tak menerima undangan tersebut.

Beragam alasan yang diucapkan warga, saat menolak undangan yang diberikan kepada mereka. Menanggapi ini Razaki mengatakan, kemungkinan masyarakat merasa jenuh akibat harus memilih kembali.

“Karena jenuh atau apa, mereka tak mau menerima undangan,” ungkapnya.

Menurut Razaki pemilihan ulang juga dilaksanakan di TPS 19 Kibing, Batuaji.

Dari pantauan Batam Pos, beberapa petugas KPPS bersama dengan polisi mendatangi rumah satu per satu. Warga diberikan hak istimewa, dimana memilih di dalam rumah mereka. Tak ada bilik suara, tak ada tata cara yang biasanya saat melakukan pemilihan di TPS.

Salah satu warga yang diketahui bernama Ratna, kaget melihat adanya petugas yang mendatangi rumahnya. Ia tak menyangka, petugas menyambangi rumahnya. Agar dirinya bisa dapat memilih.

Ratna diberikan dua kertas suara, dan ia diminta untuk mencoblos di dalam rumahnya. Sementara itu petugas menunggu di luar rumah. Ratna melakukan pencoblosan di ruang tamunya.

Pemilu yang katanya rahasia, tak terlihat saat PSU ini. Bisa terlihat sekilas, Ratna mencoblos pasangan calon yang nomor berapa. Saat diserahkannya surat suara kembali, Ratna disodorkan tinta. Untuk menandakan warga tersebut sudah melaksankan pemilihan suara ulang.

Salah satu petugas KPPS meminta Ratna memanggil anggota keluarganya yang lain. “Bisa dipanggil tak,” kata petugas itu.

Hal yang sama juga terjadi di beberapa rumah warga. Petugas datang dan meminta warga dapat menggunakan hak pilihnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar