Harga Material Naik, Renovasi RTLH Molor

284
Pesona Indonesia
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepertinya akan molor, hal itu disebabkan harga material di toko bangunan melonjak dan di sisi lain jumlah dana bantuan tetap sama sehingga menghambat program tersebut. Tampak rumah-rumah nelayan di Dapur 6 Sembulang, Batam.  Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos
Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepertinya akan molor, hal itu disebabkan harga material di toko bangunan melonjak dan di sisi lain jumlah dana bantuan tetap sama sehingga menghambat program tersebut. Tampak rumah-rumah nelayan di Dapur 6 Sembulang, Batam.
Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Target pemerintah daerah merealisasikan program bantuan bagi masyarakat miskin berupa renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepertinya akan molor. Tercatat hingga pertengahan Desember ini, realisasi program itu baru sekitar 90 persen. Pemerintah beralasan, hal itu disebabkan harga material bangunan yang tiba-tiba naik dalam beberapa waktu terakhir.

“Toko bangunan menaikkan harga material bangunan, padahal pemerintah hanya mematok masing-masing rumah Rp 22 juta saja,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarulzaman, Sabtu (12/12).

Menurutnya, penerima bantuan RTLH hanya bisa mengambil bantuan tersebut dalam bentuk material bangunan. Dana yang berasal dari pemerintah tersebut kemudian diberikan ke toko bangunan yang ditunjuk oleh si penerima bantuan, untuk kemudian diganti dengan material bangunan yang diperlukan.

Namun, sambung dia, ketika harga material di toko bangunan melonjak dan di sisi lain jumlah dana bantuan tetap sama, kondisi itu sempat membuat hitung-hitungan pembelian jadi alot. Kondisi itu terjadi di wilayah Tiban Lama, Sekupang. “Itu yang menghambat program ini, tapi untungnya itu sudah diselesaikan dan pembangunan RTLH kembali dilanjutkan,” paparnya.

Kamarulzaman menyebut, RTLH tahun ini diprioritaskan pada warga yang tinggal di daerah pesisir dan pulau penyangga (hinterland). Jumlahnya, mencapai 80 persen dari total kuota sebanyak 747 penerima, atau 597 penerima. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar