Raja Kamarulzaman: Lahan TPU Hanya Cukup 2 Tahun Lagi

261
Pesona Indonesia
Raja Kamarulzaman, Kepala Dinsos dan Pemakaman Kota Batam.  Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Raja Kamarulzaman, Kepala Dinsos dan Pemakaman Kota Batam.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Batam kian terbatas. Dinas Sosial dan Pemakaman Batam memperkirakan, luas lahan tiga TPU Batam hanya mampu digunakan hingga dua tahun ke depan. Sebab, dalam setahun, ada sekitar 6.000 jenazah yang dikebumikan.

“Setiap jenazah akan menggunakan lahan seluas 1 x 2 meter persegi. Kami menghitung lahan yang tersisa dengan estimasi pemakaian per tahun itu, diperkirakan hanya mampu digunakan hingga dua tahun ke depan,” kata Raja Kamarulzaman, Kepala Dinsos dan Pemakaman.

Tiga TPU di Batam berlokasi di Sei Temiang – Sekupang, Sei Panas – Batam Centre, dan Sambau – Nongsa. TPU Sei Temiang memiliki luas sepuluh hektar. TPU Seipanas seluas 3,3 hektar. Sementara TPU Sambau hanya memiliki luas tiga hektar.

Raja Kamarulzaman mengaku telah menyampaikan hal ini kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dinsos dan Pemakaman telah mengajukan lahan untuk TPU baru. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari BP Batam.

Lokasi yang paling memungkinkan untuk TPU baru itu di wilayah Seibeduk. Namun, Dinsos dan Pemakaman menyerahkan pemilihan lahan dan ukuran lahan tersebut kepada BP Batam.

“Kalau tanahnya tanah urukan itu tidak bisa. Karena ini kan untuk pemakaman,” kata Raja Kamarulzaman lagi.

Menyikapi keterbatasan lahan ini, Dinsos dan Pemakaman mengaku telah memiliki beberapa opsi solusi. Namun, hal tersebut, hingga kini, masih dibahas dalam Rapat Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemakaman bersama DPRD Batam. Salah satunya adalah membuat makam bertingkat.

Dalam konsep makam bertingkat itu, jenazah yang sudah berumur lima tahun ke atas akan diangkat. Lalu diletakkan di dalam peti khusus dan disimpan. Lahan itu kemudian akan digunakan untuk jenazah yang baru. Namun, dengan tingkat kedalaman yang lebih rendah dibanding makam yang lama. “Tapi hal itu kan harus seizin masyarakat dulu. Makanya masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Perda tersebut juga rencananya akan membahas peraturan tentang investasi swasta di bidang pemakaman. Misalnya saja, menyediakan pemakaman yang berbayar bagi masyarakat. Dinsos dan Pemakaman, pada dasarnya, terbuka untuk investasi semacam itu.

“Kalau ada yang mau membuat properti untuk orang mati, kenapa tidak? Hanya saja, peraturannya tengah kami susun sekarang,” ujarnya lagi. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar