Ada Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Politeknik Negeri Batam

427
Pesona Indonesia
Hamdi Hassyarbani (berkaca mata) direktur pengawasan transaksi dan kepatuhan anggota bursa, Didi Istaradi (tengah) assitent direktur IV dan Daniel (kanan) president direktur securites Indonesia sedang mengajari salah satu mahasiswa memantau sistem bursa efek di kampus Politeknik Batamcenter, Senin (14/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Hamdi Hassyarbani (berkaca mata) direktur pengawasan transaksi dan kepatuhan anggota bursa, Didi Istaradi (tengah) assitent direktur IV dan Daniel (kanan) president direktur securites Indonesia sedang mengajari salah satu mahasiswa memantau sistem bursa efek di kampus Politeknik Batamcenter, Senin (14/12). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Kampus Politeknik Negeri Batam resmi beroperasi, Senin (14/12). Para mahasiswa dan civitas akademika Politeknik Negeri Batam dapat memanfaatkan galeri ini untuk mempelajari seluk beluk pasar modal lebih jauh.

“Setelah mereka paham, mereka dapat menyebarluaskan pemahaman mereka itu ke lingkungan mereka. Bisa ke keluarga maupun teman-teman,” kata Hamdi Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota Bursa PT BEI.

Politeknik Negeri Batam menjadi kampus ke-38 tempat Galeri Investasi BEI berlokasi. Total ada 156 galeri investasi yang hendak BEI dirikan di kampus-kampus seantero Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke.

Ini bentuk sosialisasi PT BEI kepada masyarakat tentang pasar modal. Keberadaan galeri investasi diharapkan dapat menaikkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal. Minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal memang terbilang rendah. Dari total 260 juta penduduk Indonesia, hanya 400 ribuan orang yang bergabung di Pasar Modal.

Galeri ini juga diharapkan dapat menjauhkan masyarakat dari investasi bodong. Keberadaan galeri dapat mengatasi masalah keterbatasan informasi terkait investasi bodong. Sebab, banyak orang yang mempertanyakan tentang investasi-investasi yang nyatanya berkedok penipuan.

Kelompok mahasiswa dan akademisi dipilih sebab kehidupan mereka lebih teratur. Mereka lebih mudah menyerap dan mendapatkan pendidikan tentang pasar modal. Masih banyak penduduk Indonesia yang tidak paham tentang pasar modal.

“Pembelajaran dari teman ke teman itu akan lebih mudah masuk dan diterima ketimbang kami. Seperti mempelajari aplikasi-aplikasi baru di handphone, lebih enak belajar dari teman kan?” timpal Daniel Tedja, President Direktur PT Phillip Securities Indonesia.

PT Phillip Securities Indonesia akan melayani pembukaan rekening saham baru di Galeri Investasi BEI di kampus Poltek itu. Dengan hanya Rp 100 ribu, mahasiswa ataupun civitas akademika Politeknik Negeri Batam dapat memiliki saham di sebuah perusahaan.

Pembantu Direktur IV Politeknik Negeri Batam Didi Istardi mengatakan, galeri investasi ini sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran langsung mahasiswa Politeknik tentang pasar modal. Ini sebab, galeri investasi ini berada di Gedung Teaching Factory lantai II. Di gedung itu juga terdapat laboratorium kerja lain, misalnya, untuk merakit komponen papan VCB.

“Ini simulasi langsung bagi mereka. Supaya setelah mereka lulus, mereka tidak takut lagi,” kata Didi Istardi.

Keberadaan galeri investasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua mahasiswa Politeknik Negeri Batam. Terutama bagi mereka yang ingin menjadi wirausahawan. Para wirausahawan pemula bisnis itu dapat mencari modal di pasar modal.

“Cita-cita kami, di tahun 2020 nanti, ada mahasiswa Politeknik Negeri Batam yang bisa memiliki brand-nya sendiri,” ujarnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar