Calo Borong Tiket untuk Dijual Mahal, Pelni Bilang Itu Tanggungjawab Kepolisian

392
Pesona Indonesia
KM Kelud, salah satu kapal yang digunakan Pelni untuk melayani penumpang dari dan ke Batam. Foto: www.iberita.com
KM Kelud, salah satu kapal yang digunakan Pelni untuk melayani penumpang dari dan ke Batam. Foto: www.iberita.com

batampos.co.id – Operator Pelni Batam, Robby Amansyah, membantah pihaknya membiarkan calo memborong tiket. Menurutnya, penjualan tiket yang dilakukan Pelni semua sudah memenuhi ketentuan.

“Setiap calon penumpang yang membeli tiket harus melampirkan kartu tanda penduduk (KTP),” ujarnya, Senin (14/12).

Namun ia mengakui melayani pembelian dalam jumlah banyak, sepanjang pembeli melampirkan KPT. “Iya, kami layani kalau ada penumpang yang beli banyak asalkan ada KTP,” katanya.

Namun, cara ini dinilai masih bisa dimanfaatkan oleh calo. Si calo bisa saja meminjam KTP orang lain untuk memborong tiket Pelni.

Namun pihak Pelni juga mengkalim telah melakukan upaya lain untuk mencegah aksi percaloan. Yakni dengan menjual tiket secara online.

”Alhamdulillah saat ini sudah banyak yang beli online, ini merupakan langkah menghindari praktik calo,” kata Robby, Senin (14/12).

Robby menjelaskan, terkait aksi calo yang menjual tiket kepada penumpang dengan harga yang sangat tinggi, itu di luar tanggung jawab Pelni, ini lebih kepada pengawasan dari pihak kepolisian.

Pelni sendiri akan melakukan antisipasi masuknya penumpang dengan tiket yang tidak sesuai dengan KTP calon penumpang. ”Kita akan perketat semua pengamanan saat keberangkatan nanti,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah memberikan pengamanan seperti pengecekan tiket sebelum berangkat, salah satunya dengan pemberian stempel kepada penumpang yang akan berangkat.

”Kita ada dua stempel nantinya, penumpang yang qualified langsung dikasih stempel merah. Ketika sudah di kapal mereka kita kasih stempel biru lagi,” terangnya. (cr17/bpos)

Baca Juga: Jelang Mudik Natal, Calo Borong Tiket Pelni

Respon Anda?

komentar