Kasus Limbah PT Maruwa Belum Ada Tersangka

442
Pesona Indonesia
Polda Kepri segel jumbo bag yang diduga berisi limbah B3 milik PT Maruwa di kawasan Bintang Industrial Park, Tanjunguncang, Batuaji, kamis (12/11) lalu. Sampai saat ini polisi  belum menetapkan satu orang pun tersangka dalam kasus ini. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Polda Kepri segel jumbo bag yang diduga berisi limbah B3 milik PT Maruwa di kawasan Bintang Industrial Park, Tanjunguncang, Batuaji, kamis (12/11) lalu. Sampai saat ini polisi belum menetapkan satu orang pun tersangka dalam kasus ini.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah dua bulanan menyelidiki, Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri hingga kini belum menetapkan satu orang pun tersangka dalam dugaan kasus penimbunan material yang diduga bahan berbahaya dan beracun (B3) di PT Maruwa Indonesia, Tanjunguncang.

Kasubdit IV Direktorat Kriminal Khusus Polda Kepri, AKBP Yos Guntur mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sejauh ini ada sebanyak lima saksi yang menjalani pemeriksaan. “Untuk tersangka masih kita lidik,” katanya, Senin (14/12) siang.

Ia menambahkan belum bisa memastikan penemuan limbah tersebut apakah berbahaya atau tidak. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Bapedalda Batam. “Kita masih menunggu hasilnya. Makanya tidak bisa dipastikan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bapedalda, Dendi N Purnomo mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan maupun uji laboraturium terhadap sampel yang diduga sebagai limbah tersebut. “Saya belum tahu. Nanti coba saya tanyakan ke anggota,” terangnya.

Pantauan Batam Pos, limbah puluhan karung yang disegel, sempat diangkut menggunakan lori ke Polda Kepri. Namun, saat ini mobil beserta karung tak diketahui keberadaannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Maruwa Indonesia di Tanjunguncang digerebek dan disegel, Kamis (12/11). Perusahaan yang bergerak di bidang elektrik ini diduga menimbun puluhan ribu ton limbah berbahaya dan beracun (B3).

Bapedalda Batam lalu menguji materi limbah tersebut. Namun Bapedalda belum dapat menguraikan dalam bentuk apa limbah itu, dan seberapa besar dampaknya bagi lingkungan sekitar. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar