Sambut MEA, Pelaku UMKM Harap Pembinaan dari Pemerintah

350
Pesona Indonesia
Ngadiono saat membuat tempe di rumahnya di Bengkong Kartini Gang Berkah Blok E Nomor 20. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Ngadiono salah satu pelaku UMKM saat membuat tempe di rumahnya di Bengkong Kartini Gang Berkah Blok E Nomor 20.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Jelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 31 Desember 2015 mendatang, beberapa pelaku Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Sagulung dan Batuaji berharap adanya pembinaan dari pemerintah.

Seperti yang disampaikan pemilik usaha Zahra Tempe yang berlokasi di Ruko Sari Padjajaran Blok D Nomor 1 sampai 3 Tembesi, Sutarno. Walau secara pribadi dirinya siap menghadapi MEA, menurutnya pelatihan kewirausahaan dirasa penting dilaksanakan, sehingga UMKM mampu bersaing nantinya. ”Seperti seminar-seminar dan pelatihan, tapi dilakukan berkelanjutan,” kata Sutarno saat ditemui Batam Pos, Senin (14/12) siang.

Ia juga berharap pemerintah bisa membangun rumah kemasan. Sehingga pelaku UMKM nantinya dapat dengan mudah memperoleh informasi maupun pemesanan kemasan sesuai dengan keinginan, tentunya dengan harga yang relatif terjangkau. “Ini untuk menaungi UMKM,” katanya lagi.

Menurutnya, produk dalam negeri sejatinya dapat bersaing dengan produk negara lain, tentunya soal kualitas. ”Kalau di sini bagus, ngapain beli yang dari sana kan?” ujarnya.

Menghadapi MEA, pelaku UMKM harus tetap mempertimbangkan kebersihan produk. ”Misalkan tempe yang bungkusnya polos gak ada jaminan higenis, siapa yang mau. Memang rasanya sama-sama tempe, tapi higienis ini penting,” tuturnya.

Sementara pelaku UMKM lain, Eltise Rhama Dola, mengharapkan pemerintah lebih mempermudah izin UMKM. Dia mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM adalah kemasan. ”Kalah bersaing sama yang diluar kalau begini. Soal rasa bolehlah diadu, tapi kemasan itu pengaruhnya sangat besar,” terangnya. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar