Batam Pos Juara Kompetisi Jurnalistik PGN 2015

429
Pesona Indonesia
Wartawati Batam Pos, Ratna Irtatik (kiri) dan Wenny C Prahandina mengangkat piala dan hadiah usai menjuarai Kompetisi Karya Jurnalistik PGN 2015. Foto: istimewa
Wartawati Batam Pos, Ratna Irtatik (kiri) dan Wenny C Prahandina mengangkat piala dan hadiah usai menjuarai Kompetisi Karya Jurnalistik PGN 2015. Foto: istimewa

batampos.co.idBatam Pos (grup batampos.co.id) kembali menorehkan prestasi di level nasional. Dua karya jurnalistiknya berhasil menjuarai Kompetisi Jurnalistik PGN (KJPGN) 2015 di Auditorium Graha PGAS, Selasa (15/12).

Pertama, karya yang berjudul “Kepada Gas, Terang Lampu Berharap”. Karya tersebut meraih juara pertama kategori feature news cetak.
Feature hasil duet Ratna Irtatik dan Fatih Muftih itu menyisihkan lima karya jurnalistik lain dari Media Indonesia, Kompas, Koran Sindo Jatim, Bisnis Indonesia, dan Tribun Batam.
Karya jurnalistik lainnya berjudul “Menghitung Untung dengan Gas Bumi”. Feature Wenny C Prihandina itu meraih juara ketiga kategori feature news online. Karya tersebut diterbitkan di Batampos.co.id .
Karya tersebut menduduki peringkat ketiga, berurut setelah karya dari jurnalis Slamet Hadi Purnomo dari antarajatim.com dan jurnalis Ida Nor Layla dari radarsemarang.com serta menyisihkan  tiga nominator lain yang menduduki juara harapan I hingga III.
KJPGN 2015 merupakan medium bagi para jurnalis untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan jurnalistik demi kemajuan pers nasional. Kompetisi ini kali kedua digelar.
Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto mengatakan peserta untuk tahun ini meningkat 300 persen dari tahun lalu.
Panitia menerima 2.900 naskah artikel dan 170 foto. Sementara tahun lalu naskah yang diterima kurang dari 1.000 naskah.
Direktur Utama PT PGN (Persero) Tbk Hendi Prio Santoso mengatakan, KJPGN 2015 merupakan upaya untuk mengundang dan mengajak partisipasi dan perhatian rekan jurnalis dan industri media untuk lebih mengenal energi baik.
“Mudah-mudahan, upaya kami disambut dengan pemahaman yang mendalam dan ketertarikan masyaralat untuk lebih mencerdaskan diri dan cinta ranah air. Serta untuk memanfaatkan potensi gas bumi yang belum tergali sepenuhnya,” kata Hendi. (ceu)

Respon Anda?

komentar