Cabuli Bocah 10 Tahun, Rifki Digelandang Warga ke Polsek

346
Pesona Indonesia
Rifki tersangka kasus pencabulan terhadap bocah 10 tahun digelandang warga ke Mapolsek Batam Kota. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
Rifki tersangka kasus pencabulan terhadap bocah 10 tahun digelandang warga ke Mapolsek Batam Kota.
Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos

batampos.co.id – Rifki, 28, pria yang ditangkap warga lantaran diduga melakukan pelecehan seksual pada AK, 10, membantah jika dirinya penyuka sesama jenis. Di hadapan polisi, pria yang berprofesi penjual empek-empek ini mengaku normal dan memiliki pacar wanita.

“Saya tidak memiliki kelainan sex. Saya normal dan memiliki pacar wanita,” kata Rifki di Mapolsek Batam Kota, Selasa (15/12).

Ketika ditanya apakah ia pernah melakukan pelecehan seksual terhadap AK. Lagi-lagi, pria asal Palembang ini membantah. “Tidak ada itu. Tidak ada saya menyodomi. Hanya saja, saya khilaf, sudah masuk ke kamar AK dan menciumnya beberapa kali,” terang Rifki.

Namun begitu, ia membenarkan bahwasanya pernah mengimingi korban dengan sejumlah uang dan meminta akun FB korban untuk main game online bersama-sama pada Rabu, (9/12) lalu. “Karena saya kenal dia (korban-red) makanya ngajak main game online,” sebutnya lagi.

Kapolsek Batam Kota, Kompol Arief Budi Purnomo, mengatakan, pelaku digelandang warga ke Mapolsek Batam Kota pada Senin (14/12). Diduga, ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah laki-laki yang tinggal di salah satu perumahan kawasan Batam Kota.

“Pelaku ditangkap warga dan langsung digiring ke Mapolsek Batam Kota,” ujar Arief.

Dari keterangan yang didapat, lanjutnya, pelaku menyelinap ke rumah korban saat rumah korban sepi. Pengakuannya, pelaku sempat menciumi dan meraba-raba tubuh korban. Namun tidak sempat menyodomi lantaran takut diancam akan dilaporkan kepada orangtua korban.

Atas kejadian ini, Rifki terancam melanggar pasal 82 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 290 ayat 1e KUHP pidana tentang perbuatan cabul. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar