Dituntut 20 Tahun Penjara, Penyelundup Sabu Menangis

332
Pesona Indonesia
Robisah alias Nisah usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri  Batam. Selasa (15/12). Foto: Anggi/ Batam Pos
Robisah alias Nisah usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam. Selasa (15/12).
Foto: Anggi/ Batam Pos

batampos.co.id – Terdakwa Robisah alias Nisah tak dapat membendung air matanya setelah mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martua yang ditujukan terhadapnya, Selasa (15/12) sore di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam tuntutannya, terdakwa dituntut 20 tahun penjara atas perkara kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 173 gram yang dibawa terdakwa dari Malaysia. Selain itu, terdakwa juga diminta membayar denda Rp 2 miliar subsider 6 bulan kurungan.

”Dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang menjadi fakta selama persidangan, terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika,” ujar Martua.

Majelis hakim dengan Hakim Ketua, Wahyu Prasetyo Wibowo, didampingi dua hakim Anggota, kemudian mempersilahkan terdakwa langsung menyampaikan pembelaannya secara lisan. ”Saya menyesali perbuatan saya Yang Mulia, saya mengaku salah, mohon ringankan hukuman saya,” ucap Robisah terisak-isak.

Usai mendengar pembelaan terdakwa yang tidak didampingi Penasehat Hukum (PH), majelis hakim kembali menunda persidangan hingga pekan depan guna bermusyawarah untuk mengambil putusan terhadap terdakwa Robisah alias Nisah.

Sebelumnya, Robisah ditangkap di Pelabuhan Ferry Batamcenter (10/7) karena terdeteksi mesin X-Ray saat membawa sabu di dalam baju. Sabtu seberat 173 gram itu dibungkus plastik yang dilakban hitam. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar