Puluhan Pelaku UMKM Belajar ke Nayadam

349
Pesona Indonesia
Wisnu Wardhana pemateri dalam pelatihan wirausaha mikro berbicara di depan 40 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batam yang diadakan oleh LAZ Masjid Raya Batam. Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos
Wisnu Wardhana pemateri dalam pelatihan wirausaha mikro berbicara di depan 40 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batam yang diadakan oleh LAZ Masjid Raya Batam.
Foto: Johannes Saragih/ Batam Pos

batampos.co.id – Setelah mendapatkan materi tentang wirausaha yang digelar oleh LAZ Masjid Raya Batam, 40 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Batam diberi kesempatan mengunjungi toko pusat oleh-oleh Batam, Lapis Barelang di Batam Kota, Selasa (15/12).

Kunjungan tersebut disambut hangat pemilik Lapis Barelang, Wisnu yang juga pemateri dalam pelatihan wirausaha mikro. ”Selamat datang ibu dan bapak, silahkan lihat-lihat,” sambut Wisnu kepada 40 pelaku UKM tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Wisnu yang juga salah satu donatur LAZ Masjid Raya menjelaskan berbagai produk yang dijual serta menceritakan sedikit tentang usaha yang ia bangun sejak tahun 2009 itu.

”Saya punya tiga cabang di Batam ini, dan kue-kue yang dijual ke tiga cabang itu saya produksi di sini,” katanya sambil menunjuk ke belakang dapur.

Di sela-sela kunjungan tersebut, rombongan juga diberi kesempatan untuk berkeliling dan melihat beberapa produk yang dipasarkan toko yang dulu bernama Nayadam ini, serta menceritakan usaha apa yang sedang mereka rintis.

Salah satu peserta dari Pulau Saladesa, Masri tertarik untuk menjelaskan usaha yang sedang ia rintis. “Saya punya usaha seperti ini,” kata dia sambil menunjuk ke beberapa pensil yang di atasnya dihiasi gonggong laut yang sudah diwarnai.

Masri mengatakan, gonggong sendiri banyak ditemukan di tepi pantai Saladesa. Ia sendiri memanfaatkan gonggong dan menyulapnya menjadi mirip bunga tulip yang ia cat berbagai warna. “Mirip bunga tulip cantik, warnanya ada putih, merah, ungu, biru dan masih banyak lagi,” sebutnya

Supervisor produksi Nayadam, Hery yang melihat kerajinannya mengangguk dan sedikit tertarik. “Tapi spacenya dikecilkan lagi, biar nggak banyak makan tempat,” katanya.

Di toko Nayadam sendiri selain memasarkan produk yang mereka produksi sendiri, puluhan produk yang di hasilkan oleh beberapa pelaku UKM juga mereka beri kesempatan untuk dijual di Nayadam.

“Ada izin PIRT (pangan industri rumah tangga) dan MUI, apalagi barang dan kemasannya bagus kami akan terima,” terang Hery.

Untuk itu, Direktur LAZ Masjid Raya Batam, Syarifuddin memberikan kesempatan kepada 40 peserta pelatihan wirausaha mengunjungi Nayadam. Tujuannya agar mereka lebih yakin bahwa usaha mereka punya market yang besar dan bisa diterima oleh masyarakat banyak.

“Tapi barang tersebut harus berkualitas dan punya nilai untuk dipasarkan,” katanya.

Sementara di akhir kunjungan, Wisnu mengharapkan kepada pelaku UKM untuk tetap mengingat dan secepatnya mengaplikasikan materi yang telah ia berikan saat pelatihan.

”Ada lima cara untuk mendapatkan rezeki, yang pertama itu harus positif thinking kepada Allah, salat lima waktu dan salat sunah,
sedekah, jauhi riba dan fokus serta nikmati prosesnya, jangan berharap langsung besar usahanya,” imbau pria berkulit putih tersebut.

Wisnu mengaku usaha yang kini dirasa sudah besar pun tidak luput dari doa-doa para pelaku usaha yang menitipkan produk mereka di tokonya. ”Saya gak mungkin besar jika bukan doa dari mereka. Selain itu, usaha ini saya rintis karena berkeinginan punya hidup yang lebih baik dan juga ingin menciptakan lapangan kerja,” terang Wisnu. (cr19/bpos)

Respon Anda?

komentar