Kondisi Jalan Duyung, atau jalan utama Jodoh menuju Batuampar semakin memprihatinkan, belum ada perbaikan dan masih dipenuhi lubang. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kondisi Jalan Duyung, atau jalan utama Jodoh menuju Batuampar semakin memprihatinkan. Warga sudah beberapa kali menyampaikan dalam Musrembang agar diperbaiki, namun tak ada perbaikan. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhamad Yunus mengatakan banyak faktor yang menyebabkan pengesahan APBD Batam 2016 molor. Salah satunya, banyaknya kepentingan anggota dewan dari hasil reses dengan masyarakat yang tak terakomodir.

Namun ia mengklaim pihaknya telah selesai membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) R-APBD 2016 bersama SKPD mitra.

“Memang sempat alot tapi setahu saya Komisi IV telah selesai pembahasan,” katanya, Rabu (16/12).

Kenapa alot, politikus Partai Demokrat ini mengatakan hampir seluruh anggota dewan ingin usulan-usulan masyarakat yang ada di musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) diakomodir dalam APBD.

“Jadi tidak ada yang di luar musrenbang karena hasil reses dewan sebagian besar juga telah diusulkan masyarakat saat musrenbang tapi belum diakomodir,” katanya.

Menurutnya, KUA PPAS tahun 2016 sebenarnya telah disampaikan Pemko Batam sejak Juli lalu. Bahkan telah disampaikan sebelum pembahasan RAPBP.

“Tapi belum pernah dibahas karena Dewan sibuk bahas APBD-P maupun aktivitas lainnya,” ujar Yunus. (spt)

Baca Juga: Ini Jawaban DPRD Batam Soal Molornya Pengesahan APBD 2016

Respon Anda?

komentar