BP Batam Gelontorkan Lebih dari Rp 500 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur

388
Pesona Indonesia
Calon penumpang pesawat saat menunggu keberangkatan di Bandara Hang Nadim Batam. Tahun 2016 BP Batam akan memperluas apron atau parkir pesawat di bandara tersebut. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Calon penumpang pesawat saat menunggu keberangkatan di Bandara Hang Nadim Batam. Tahun 2016 BP Batam akan memperluas apron atau parkir pesawat di bandara tersebut.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan tetap fokus dalam pembangunan infrastruktur penunjang investasi di tahun 2016. Lebih dari Rp 500 miliar digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur 2016 mendatang. Tiga pelabuhan akan dibangun, perluasan apron atau parkir pesawat Hang Nadim dan perbaikan rumah sakit BP Batam.

“Kalau total anggarannya bisa lebih dari Rp 500 miliar. Ini sudah pasti akan dikerjakan di tahun 2016 mendatang,” kata Imam Bachroni Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (17/12).

Tiga pelabuhan yang akan dibangun adalah pelabuhan Telagapunggur, pelabuhan domestik Sekupang, dan pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) Kabil. Sementara di bandara Hang Nadim akan dilakukan perluasan parkir pesawat. Selain itu, akan dilakukan juga renovasi di beberapa bagian rumah sakit BP Batam, Sekupang.

‘Yang paling besar anggarannya itu adalah untuk pelabuhan CPO Kabil. Dari APBN itu, bisa lebih dari Rp 200 miliar,” katanya.

Untuk pelabuhan CPO Kabil ini, kata Imam memang sudah butuh perbaikan. Dermaganya sudah sempit, sedangkan jumlah bongkar muat terus bertambah.

“Dermaganya yang kita tambah. Kalau mengandalkan yang ada sekarang tidak akan memadai,” katanya.

Sementara untuk pelabuhan Punggur dan Sekupang, merupakan pelabuhan lanjutan. Di mana tahun 2015 ini sudah mulai dilakukan pembangunan.

“Kalau anggaran untuk dua pelabuhan tersebut, nilainya lebih dari 100 miliar. Mudah-mudahan bisa selesai tahun depan,” katanya.

Demikian halnya untuk pengembangan luas parkir pesawat Hang Nadim, lebih dari Rp 100 miliar. Rencana pembangunan apron atau parkir pesawat ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Istono Deputi bidang pengusahaan sarana usaha BP Batam mengatakan parkir pesawat bandara Hang Nadim akan diluaskan karena memang jumlah pesawat yang datang ke Batam terus bertambah. Saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam memiliki dua jenis apron reguler. Yakni apron untuk pesawat besar dan apron untuk helipad. Luasnya berbeda. Apron pesawat besar memiliki luas 96.000 meter persegi. Sementara apron helipad hanya seluas 11.025 meter persegi.

Apron pesawat besar mampu menampung hingga 15 pesawat. Itu kalau pesawatnya berukuran sedang atau seukuran Pesawat Boeing 737. Kalau pesawatnya adalah pesawat besar seperti pesawat yang digunakan jamaah haji, apron Hang Nadim hanya bisa memuat 12 pesawat. Setiap pesawat berukuran sedang akan menghabiskan tempat sebesar 75 meter persegi. Itu sudah termasuk proses bongkar-muatnya.

“Jadi yang akan kita lebarkan ini akan mampu menampung 8 pesawat di samping kapasitas apron yang ada saat ini,” kata Istono. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar